UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Penelitian ini membahas pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam proses produksi garam dengan membandingkan efektivitas penggunaan air laut dan air tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan proses pembuatan garam menggunakan air tambak dan air laut. Sistem yang dirancang meliputi pemanas otomatis, kontrol suhu, dan sistem pemompaan otomatis yang dioperasikan dengan energi dari PLTS. Pengujian dilakukan selama 1,5 jam dengan interval pengukuran 10 menit. Hasil menunjukkan bahwa air laut menghasilkan garam lebih banyak, yakni 6 gram, dibandingkan air tambak yang hanya menghasilkan 4 gram, dengan volume air hasil evaporasi masing-masing berkisar 5–8 mL. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kandungan garam dalam air laut lebih tinggi, sehingga lebih efisien untuk produksi garam. Walaupun sistem PLTS yang digunakan belum sepenuhnya optimal, penelitian ini menunjukkan potensi besar penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi garam yang ramah lingkungan dan mandiri dari pasokan energi konvensional.

Pada penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan pembangkit listrik tenaga surya dalam proses pemasakan garam belum sepenuhnya efektif.Dari hasil pengujian menunujkan bahwa air laut menghasilkan garam lebih banyak sebanyak 6 gram garam dibanding air tambak sebanyak 4 gram garam dengan proses pemasakan yang sama, disini dapat dilihat bahwasanya air tambak dan air laut untuk dibuat menjadi garam lebih efisien menggunakan air laut dikarenekan kandungan garamnya lebih tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana meningkatkan efisiensi output energi PLTS khusus untuk proses produksi garam, misalnya dengan menguji kontrol MPPT yang lebih canggih atau penyimpanan energi berbasis baterai berkapasitas tinggi; selanjutnya, studi skala besar yang mengintegrasikan sistem PLTS dengan evaporator berkapasitas lebih tinggi serta analisis kelayakan ekonomi dapat memberikan gambaran tentang potensi komersialisasi teknologi ini; terakhir, perbandingan performa antara PLTS tunggal dengan sistem hibrida yang menggabungkan tenaga surya dan energi angin atau biomassa pada kondisi iklim tropis dapat mengidentifikasi solusi energi terbarukan yang paling optimal untuk produksi garam di daerah dengan variasi intensitas cahaya matahari.

  1. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education). organic waste crushing machine automation... journal.uny.ac.id/index.php/elinvo/article/view/48712Elinvo Electronics Informatics and Vocational Education organic waste crushing machine automation journal uny ac index php elinvo article view 48712
  2. Sistem Analisis Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 50 WP | Journal of Engineering and Science.... doi.org/10.56347/jes.v1i1.1Sistem Analisis Desain Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 50 WP Journal of Engineering and Science doi 10 56347 jes v1i1 1
  3. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education). lapindo embankment security monitoring system... doi.org/10.21831/elinvo.v6i1.40429Elinvo Electronics Informatics and Vocational Education lapindo embankment security monitoring system doi 10 21831 elinvo v6i1 40429
  4. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1757-899X/434/1/012214Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1757 899X 434 1 012214
  5. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sebagai Solusi Energi Terbarukan Rumah Tangga | Jurnal Edukasi... doi.org/10.21831/jee.v6i2.51617Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS Sebagai Solusi Energi Terbarukan Rumah Tangga Jurnal Edukasi doi 10 21831 jee v6i2 51617
Read online
File size370.83 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test