UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Tanaman buncis merupakan salah satu kelompok kacang-kacangan yang digemari masyarakat. Selain itu, buncis menjadi salah satu sumber protein nabati, vitamin A, B, dan C yang terdapat pada bijinya. Permintaan akan kacang buncis yang semakin meningkat setiap tahun. Pemupukan merupakan usaha untuk menaikkan hasil panen dari suatu budidaya tanaman. Penggunaan pupuk hayati baik cair maupun padat dapat menjadi solusi dalam mengurangi aplikasi pupuk anorganik yang berlebihan, karena pupuk hayati mampu memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk Guano dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor: faktor 1 yaitu pemberian pupuk Guano (G) dengan 4 taraf yaitu: G0 = 0 g/tan (Kontrol), G1 = 30 g/tan, G2 = 60 g/tan dan G3 = 90 g/tan. Faktor 2 yaitu pemberian pupuk SP-36 (K) dengan 4 taraf yaitu: K0 = 0 g/tan (Kontrol), K1 = 1,5 g/tan, K2 = 3 g/tan, K3 = 4,5 g/tan. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong/tanaman dan berat polong/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk Guano berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah polong dan berat polong. Pupuk guano merupakan pupuk hayati yang diberikan untuk menambah bahan organik tanaman buncis.

Pemberian pupuk Guano tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang primer, jumlah polong, maupun berat polong pada tanaman buncis.Pupuk Guano berfungsi sebagai pupuk hayati untuk menambah bahan organik, namun dosis yang diterapkan tidak memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman dalam skala percobaan ini.

Pertama, melakukan penelitian dengan dosis pupuk Guano yang lebih tinggi atau lebih sering untuk menentukan ambang batas pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil buncis. Kedua, mengkaji kombinasi pupuk organik Guano dengan pupuk anorganik NPK dalam berbagai proporsi guna memaksimalkan sinergi nutrisi dan meningkatkan produktivitas. Ketiga, menyelidiki efek jangka panjang penerapan pupuk Guano terhadap sifat fisik dan biologi tanah serta keberlanjutan produksi buncis secara ekonomis dan lingkungan.

Read online
File size254.34 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test