UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Pertumbuhan jumlah kendaraan yang signifikan di Kota Bogor menyebabkan tingginya beban lalu lintas pada simpang Warung Jambu, sehingga memengaruhi kinerja simpang dan menyebabkan tundaan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang bersinyal Warung Jambu menggunakan perangkat lunak simulasi mikroskopis PTV Vissim. Data yang digunakan meliputi volume lalu lintas, kondisi geometrik simpang, siklus sinyal, dan kecepatan kendaraan yang diperoleh melalui survei lapangan pada weekdays dan weekend. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pelayanan (LOS) simpang berada pada kategori E hingga F, menandakan kondisi padat hingga sangat buruk. Tundaan rata-rata pada weekdays pagi mencapai 59,11 detik (LOS E), sedangkan pada weekend meningkat signifikan dengan nilai 70,95 detik (LOS F) pada minggu sore. Pemodelan juga menunjukkan panjang antrean maksimum dapat mencapai lebih dari 500 meter pada beberapa lengan simpang. Kondisi ini mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengaturan sinyal dan manajemen lalu lintas pada area simpang Warung Jambu.

Analisis dilakukan untuk mengukur kinerja simpang bersinyal warung jambu, Kota Bogor menggunakan PTV VISSIM , dengan keunggulannya yang mampu menangkap dinamika antrian, gap-acceptance, dan perilaku pengemudi, serta lebih akurat untuk pengukuran kinerja simpang kompleks atau yang memiliki perilaku tidak teratur.Kinerja eksisting simpang Warung Jambu berada pada tingkat pelayanan rendah (LOS E–F).59,11 detik (LOS E) pada hari kerja pagi, 64,19–64,48 detik (LOS F) pada hari Sabtu siang–sore 62,49 detik (LOS F) pada Minggu siang, 70,95 detik (LOS F) pada Minggu sore.Hal ini menandakan bahwa kinerja simpang berada pada kondisi buruk hingga sangat buruk, dengan antrian panjang dan tundaan signifikan pada hampir semua pendekat.Volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam puncak pagi dan sore, yaitu.Akibatnya, terjadi tingginya kepadatan kendaraan akibat aktifitas masyarakat baik menuju pusat komersil, pusat aktifitas, serta arus wisatawan yang menju tempat wisata.Hasil simulasi menunjukkan adanya akumulasi antrian signifikan pada beberapa pendekat, khususnya pendekat Jl Padjajaran – Jl KS Tubun – Jl Ahmad Yani, yang didominasi kendaraan sepeda motor dan mobil penumpang.Kondisi ini memberikan dampak rambatan hingga persimpangan terdekat (Tugu Narkoba), yang memperparah kemacetan.

Untuk meningkatkan kinerja simpang Warung Jambu, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pengaturan sinyal dan manajemen lalu lintas. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada optimasi waktu sinyal dan koordinasi antar lengan simpang. Selain itu, studi tentang dampak hambatan samping dan perilaku pengemudi pada kinerja simpang juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Dengan demikian, solusi yang lebih efektif dapat ditemukan untuk mengatasi masalah kemacetan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di simpang Warung Jambu.

Read online
File size578.18 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test