UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Persimpangan Jalan Setiabudi–Jalan Ngumban Surbakti merupakan salah satu persimpangan dengan volume lalu lintas tinggi di Kota Medan, mengalami konflik antar-arus akibat tingginya kecepatan kendaraan mendekat, keberagaman jenis kendaraan, serta perilaku pengemudi yang kerap melampaui garis henti di akhir fase kuning. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan samping (side collision), terutama ketika kendaraan masih berada di area konflik saat sinyal telah berganti fase. Ruang lingkup penelitian adalah analisa manajemen simpang pada sistem transportasi perkotaan. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu merah semua (all-red time) yang optimal untuk menjamin pengosongan persimpangan secara aman sebelum arus pada fase berikutnya diberi sinyal hijau. Metode penelitian dengan metode kuantitatif menampilkan perhitungan dengan mempertimbangkan karakteristik geometri persimpangan, jarak area konflik (D), panjang kendaraan mendekat (Lav), potensi keberadaan kendaraan di dalam area persimpangan (Lev), kecepatan arus mendekat (Vav), serta penambahan waktu buffer keselamatan (tsafe). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai maksimum antara panjang kendaraan yang masih berada dalam persimpangan dan jarak konflik ditambah panjang kendaraan mendekat didominasi oleh keberadaan kendaraan besar dengan panjang 32 meter. Dengan kecepatan arus mendekat rata-rata 50 km/jam, diperoleh waktu pengosongan sebesar 2,3 detik, dan setelah ditambahkan buffer keselamatan 0,5 detik, waktu merah semua yang direkomendasikan adalah sekitar 3 detik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengaturan waktu merah semua pada persimpangan Setiabudi–Ngumban Surbakti perlu mempertimbangkan karakteristik lalulintas kota Medan, yang bercirikan campuran kendaraan berat, kecepatan mendekat yang relatif tinggi, serta tingkat kepatuhan pengemudi yang beragam. Penelitian ini memberi manfaat pada manajemen simpang yang terstruktur untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan lalulintas.

Penelitian menunjukkan bahwa waktu merah semua (all‑red time) optimal untuk persimpangan Setiabudi–Ngumban Surbakti adalah sekitar 3 detik, yang cukup untuk mengosongkan area konflik bahkan bagi kendaraan panjang hingga 32 m dengan kecepatan pendekat 50 km/jam.Penetapan durasi ini meningkatkan keselamatan dengan mengurangi potensi konflik samping serta tetap mempertahankan efisiensi kapasitas siklus sinyal karena pengaruhnya terhadap waktu hijau hanya kecil.Hasil tersebut dapat dijadikan dasar bagi optimasi pengaturan sinyal pada persimpangan utama kota Medan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana variasi waktu merah semua (all‑red) mempengaruhi tingkat kepadatan dan keselamatan pada persimpangan dengan variasi volume lalu lintas serta komposisi kendaraan yang berbeda, misalnya dengan melakukan simulasi mikroskopik pada skenario jam sibuk dan off‑peak. Selanjutnya, dapat diteliti penerapan sistem sinyal adaptif yang secara real‑time menyesuaikan durasi all‑red berdasarkan deteksi kendaraan panjang menggunakan sensor atau kamera, dengan mempertimbangkan faktor kecepatan variabel dan kondisi cuaca, sehingga dapat mengoptimalkan waktu pengosongan tanpa mengurangi kapasitas jalur. Terakhir, penting untuk menyelidiki perilaku pengemudi terhadap fase kuning dan merah di persimpangan ini melalui analisis video dan survei, serta mengidentifikasi faktor psikologis yang mempengaruhi keputusan pengemudi, guna merancang intervensi edukasi atau penegakan hukum yang efektif. Ketiga arah studi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih terintegrasi, meningkatkan keselamatan lalu lintas, dan menyesuaikan kapasitas jaringan jalan Kota Medan dengan dinamika perkotaan yang terus berubah.

Read online
File size528.81 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test