UNRAMUNRAM

Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)Indonesian Journal of Fisheries Community Empowerment (Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia)

Ekosistem terumbu karang di Indonesia mengalami tekanan serius akibat pemanasan global, aktivitas wisata bahari, dan pencemaran laut. Di Desa Pulau Pahawang, Lampung, kondisi terumbu karang diduga menurun akibat tingginya kunjungan wisata tanpa pengelolaan ramah lingkungan, padahal ekosistem ini berperan penting bagi keseimbangan lingkungan dan ekonomi pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi masyarakat dalam penyediaan fragmen karang lokal sebagai sumber bibit transplantasi serta mentransfer teknologi coral nursery sistem gantung untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan karang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pra-kondisi berupa koordinasi dan perizinan, pelaksanaan berupa ceramah, diskusi, dan praktik pembuatan floating nursery dengan bahan lokal (pipa PVC, tali nilon, dan pelampung), serta evaluasi melalui tingkat kehidupan karang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap teknik coral nursery, tujuan restorasi, dan peran masyarakat dalam konservasi. Masyarakat menunjukkan kemampuan untuk mereplikasi teknologi secara mandiri dalam mendukung program konservasi berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir terkait penerapan coral nursery sistem gantung, memperkuat kolaborasi akademisi dan masyarakat, serta mendorong konservasi terumbu karang dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan di Pulau Pahawang.

Kegiatan pengabdian penerapan teknologi coral nursery sistem gantung di Desa Pulau Pahawang terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam restorasi terumbu karang.Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta hingga sekitar 30% berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test.Tingkat kelangsungan hidup fragmen karang mencapai 97%, menunjukkan keberhasilan metode, sementara kolaborasi akademisi-masyarakat memperkuat konservasi berkelanjutan.

Pertama, perlu penelitian lanjutan mengenai dampak jangka panjang dari sistem floating coral nursery terhadap struktur komunitas biota laut di sekitarnya, termasuk ikan karang dan invertebrata, untuk menilai efektivitas ekologis secara menyeluruh. Kedua, diperlukan studi tentang adaptasi masyarakat dalam mempertahankan dan mengembangkan teknologi coral nursery setelah pendampingan selesai, guna mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi keberlanjutan program restorasi berbasis komunitas. Ketiga, sebaiknya dilakukan riset mengenai efektivitas diversifikasi spesies karang lokal dalam nursery terhadap ketahanan ekosistem terumbu karang terhadap tekanan lingkungan seperti pemutihan, yang dapat menjadi dasar pengembangan strategi restorasi yang lebih tangguh. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan data ekologis dan sosial yang lebih dalam, serta memperkuat kapasitas lokal berkelanjutan. Studi jangka panjang sangat penting untuk melihat evolusi hasil transplantasi, sementara pendekatan multidisiplin dapat mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi dalam konservasi terumbu karang. Dengan demikian, keberhasilan teknologi tidak hanya diukur dari tingkat sintasan karang, tetapi juga dari kemandirian masyarakat dan ketahanan ekosistem secara keseluruhan.

  1. Differential impacts of 2016 coral bleaching on coral reef benthic communities at Sekotong Bay, Lombok... smujo.id/biodiv/article/view/3495Differential impacts of 2016 coral bleaching on coral reef benthic communities at Sekotong Bay Lombok smujo biodiv article view 3495
Read online
File size988.1 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test