UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemerataan terkait dengan akses pendidikan Inklusif di Kota Yogyakarta di Tinjau dari Prespektif Polycentric Governance. Pendidikan inklusif di Kota Yogyakarta merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam mewujudkan hak pendidikan yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Metode Penelitian yang digunakan adalah Kualitatif Deksriptif dengan Analisis menggunakan Qualitative Data Analysis Software (Q-DAS). Penelitian ini menunjukkan bahwa: Penelitian ini menganalisis penerapan polycentric governance dalam aksesibilitas pendidikan inklusif di Kota Yogyakarta melalui tiga pendekatan: analisis indikator utama, identifikasi indikator tema dominan, dan hubungan antar menggunakan NVivo 12Plus. Hasil menunjukkan keterlibatan multi-aktor (37,5%) sebagai indikator paling dominan, disusul koordinasi antar lembaga (33,33%) dan desentralisasi inovasi lokal (29,17%). Tema utama yang muncul adalah “pendidikan, “inklusif, dan “disabilitas. Analisis hubungan menunjukkan korelasi tinggi antar indikator, terutama antara koordinasi lembaga dan inovasi lokal lintas aktor dalam (0,91), menegaskan pentingnya kolaborasi mendukung adaptif dan berkelanjutan.

Analisis menunjukkan bahwa penerapan Polycentric Governance dalam pendidikan inklusif di Kota Yogyakarta menghasilkan tata kelola yang kolaboratif, partisipatif, dan desentralistik, dengan keterlibatan multi‑aktor sebagai indikator paling dominan.Koordinasi antar lembaga serta desentralisasi wewenang dan inovasi lokal saling memperkuat, terbukti dari korelasi tinggi antara indikator-indikator tersebut, serta fokus naratif pada tema pendidikan, inklusi, dan disabilitas.Oleh karena itu, untuk meningkatkan akses pendidikan inklusif secara berkelanjutan diperlukan peningkatan kualitas kolaborasi, penyederhanaan koordinasi, dan distribusi wewenang yang seimbang di antara para pemangku kepentingan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) berbasis digital memengaruhi akses pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, dengan mengukur tingkat keberhasilan pendaftaran ABK dan kendala yang muncul (pertanyaan penelitian: Bagaimana efektivitas PPDB digital dalam memastikan inklusi ABK?). Selain itu, penting untuk mengevaluasi dampak program pelatihan guru pembimbing khusus (GPK) terhadap kualitas pembelajaran inklusif, misalnya dengan membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pelatihan (pertanyaan penelitian: Sejauh mana pelatihan GPK meningkatkan kompetensi guru dan prestasi akademik ABK?). Selanjutnya, studi komparatif antara sekolah yang telah menerapkan inovasi lokal dalam fasilitas ramah disabilitas dengan yang belum dapat mengidentifikasi faktor kunci keberhasilan serta rekomendasi kebijakan untuk skala yang lebih luas (pertanyaan penelitian: Apa faktor determinan keberhasilan inovasi lokal dalam menciptakan lingkungan sekolah inklusif yang berkelanjutan?).

  1. Building blocks of polycentric governance - Morrison - 2023 - Policy Studies Journal - Wiley Online Library.... doi.org/10.1111/psj.12492Building blocks of polycentric governance Morrison 2023 Policy Studies Journal Wiley Online Library doi 10 1111 psj 12492
  2. Knowledge is not power: Learning in polycentric governance systems - Rittelmeyer - 2025 - Review of Policy... doi.org/10.1111/ropr.12606Knowledge is not power Learning in polycentric governance systems Rittelmeyer 2025 Review of Policy doi 10 1111 ropr 12606
  3. Area - Wiley Online Library. area wiley library skip article content information journals geographical... rgs-ibg.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/area.12560Area Wiley Online Library area wiley library skip article content information journals geographical rgs ibg onlinelibrary wiley doi 10 1111 area 12560
Read online
File size550.92 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test