ARTHAMARAMEDIAARTHAMARAMEDIA

Jurnal Metafora Pendidikan (JMP)Jurnal Metafora Pendidikan (JMP)

Masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimanakah bentuk peranan orangtua dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis, 2) bagaimanakah pemahaman orangtua terkait peran yang dimilikinya dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) deskripsi bentuk peranan orangtua dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis, 2) deskripsi pemahaman orangtua dalam mengembangkan kemampuan bina diri cuci tangan anak autis. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berinisial H yang merupakan anak autis kelas III di SLB Negeri 1 Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif secara kualitatif yaitu dengan cara mengelolah data setelah diperoleh hasil penelitian, sehingga dapat ditarik kesimpulan berdasarkan data yang faktual dan akurat.

Pemahaman orang tua terkait peran mereka dalam mendukung perkembangan kemandirian anak sangat penting, sehingga orang tua perlu memahami kondisi anak autis secara utuh.Bentuk peran orang tua dalam pelatihan bina diri cuci tangan dilakukan dengan kesabaran, konsistensi, dan pemberian motivasi verbal tanpa memanjakan anak.Orang tua memberikan contoh langsung, arahan, dan bantuan fisik sesuai kebutuhan, namun tetap mendorong anak untuk mandiri.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas model pelatihan bina diri cuci tangan yang dikembangkan bersama antara orang tua dan guru di rumah maupun di sekolah, untuk melihat apakah pendekatan terpadu lebih mendorong kemandirian anak autis. Kedua, perlu dikaji bagaimana pengaruh penggunaan media visual seperti kartu langkah cuci tangan atau video pembelajaran terhadap kemampuan anak autis dalam mengingat dan mempraktikkan prosedur cuci tangan secara mandiri. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana stres atau beban orang tua memengaruhi konsistensi mereka dalam melatih keterampilan bina diri, serta bagaimana sistem dukungan sosial atau pelatihan orang tua dapat meningkatkan kapasitas mereka sebagai pendidik utama anak autis. Penelitian lanjutan sebaiknya mempertimbangkan variasi karakteristik anak, lingkungan keluarga, dan akses terhadap sumber daya pendidikan. Studi-studi ini dapat membantu merancang intervensi yang lebih holistik dan berkelanjutan. Dengan memahami dinamika rumah tangga dan sekolah, pendekatan pendidikan untuk anak autis bisa lebih terkoordinasi. Penelitian juga bisa menguji model pelatihan orang tua berbasis komunitas atau daring. Fokus pada aspek emosional dan psikologis orang tua penting untuk menjaga konsistensi pendampingan. Upaya pengembangan kemandirian anak autis harus melibatkan seluruh ekosistem pendukungnya. Hasil penelitian baru diharapkan dapat menjadi acuan bagi kebijakan pendidikan inklusif yang lebih responsif.

Read online
File size149.18 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test