UNRIUNRI

Jurnal Administrasi Politik dan SosialJurnal Administrasi Politik dan Sosial

Penelitian ini mengkaji pergeseran praktik curhat Generasi Z yang beralih dari kepercayaan antar-manusia ke Meta AI sebagai efek hiperrealitas dan rezim kekuasaan digital. Fenomena distrust terhadap manusia yang dipicu trauma, kekhawatiran privasi, dan pengalaman penilaian sosial mendorong preferensi curhat ke platform AI yang dianggap netral, tersedia, dan dapat dikontrol; kondisi ini menimbulkan problem serius terhadap kapasitas empati dan otentisitas hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi bagaimana Meta AI membentuk subyektivitas, norma kepercayaan, dan ruang simulakra dalam praktik curhat Gen Z menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) dan bingkai teori Baudrillard, Foucault, serta Derrida. Metode yang dipakai adalah analisis wacana kritis terhadap komunikasi manusia, AI pada level tekstual, praktik, dan makna emosional. Hasil menunjukkan secara tegas bahwa Meta AI mengalihkan trust dari manusia ke mesin, menciptakan rezim kebenaran baru, memproduksi pengalaman hiperreal dan adiksi validasi instan, serta mereduksi kapasitas negosiasi emosional antarmanusia; konsekuensinya adalah normalisasi simulakra relasional dan erosi empati kolektif, memerlukan intervensi kebijakan dan literasi digital yang mengembalikan ruang dialog antar-manusia.

Kehadiran Meta AI mengubah orientasi kepercayaan generasi Z dari relasi antar-manusia menuju sistem digital dan membentuk pengalaman hiperrealitas.Meta AI berfungsi bukan hanya sebagai medium komunikasi tetapi sebagai aktor yang merekonstruksi subjektivitas, memodifikasi norma kepercayaan, dan menghasilkan bentuk-bentuk relasi simulakral yang menurunkan kapasitas negosiasi emosional antarmanusia.Penelitian mengonfirmasi adanya pergeseran struktural dalam pola trust dan validasi emosional yang menempatkan mesin sebagai sumber kebenaran emosional baru, sekaligus menandai implikasi sosial-kultural yang membutuhkan respons kebijakan dan pendidikan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan studi yang menyelidiki dampak jangka panjang dari penggunaan Meta AI sebagai tempat curhat bagi Generasi Z. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perubahan ini memengaruhi perkembangan sosial dan emosional mereka, serta kemampuan mereka untuk membangun hubungan yang sehat dan autentik. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada strategi intervensi dan pendidikan yang dapat membantu Generasi Z mengembangkan keterampilan komunikasi dan empati yang kuat, serta mengembalikan kepercayaan pada hubungan antarmanusia. Terakhir, studi dapat menganalisis bagaimana platform AI dapat dirancang untuk mendukung interaksi yang lebih manusiawi dan empati, serta mendorong dialog yang autentik dan bermakna.

Read online
File size299.46 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test