UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA
Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and CulturePenelitian ini meneliti pelaksanaan Studiefonds Van Het Mangkoenagara VII (1924–1930) sebagai manifestasi konkret Trilogi Politik Etis, khususnya pada bidang pendidikan di Praja Mangkunegaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis mekanisme distribusi dan pelaksanaan Studiefonds, (2) mengevaluasi peran Mangkunegara VII dalam pengelolaan dana pendidikan, dan (3) mengidentifikasi dampaknya terhadap Sentana dan Abdi Dalem. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi tahap heuristik (arsip Mangkunegaran, laporan tahunan Studiefonds), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Studiefonds terbagi menjadi dua tipe: Studiefonds A (dana dari kas Praja) dan Studiefonds B (dana dari cicilan penerima sebelumnya). Kebijakan ini berhasil meningkatkan akses pendidikan modern bagi bumiputera, meskipun terbatas pada elit Praja. Dampak signifikan meliputi: (1) lahirnya tenaga terdidik untuk kebutuhan administrasi kolonial dan Praja, (2) munculnya kelas sosial baru berpendidikan. Peran Mangkunegara VII tercermin dalam pendirian Commissie van Advies yang mengawasi distribusi dana serta perluasan sekolah Mangkunegaran. Kebaruan penelitian terletak pada temuan bahwa Studiefonds menjadi model unik pendanaan pendidikan berbasis komunitas pada era kolonial serta mencerminkan semangat otonomi terbatas Praja Mangkunegaran. Krisis ekonomi tahun 1930 menjadi faktor penurunan efektivitas program.
Pendidikan di Praja Mangkunegaran berkembang perlahan, mengadopsi model Barat tanpa meninggalkan budaya Jawa, dengan kontribusi masing‑masing Mangkunegara IV hingga VII dalam memperbaiki keuangan dan memperluas sekolah.Program Studiefonds yang dibagi menjadi Studiefonds A dan Studiefonds B, meskipun terbatas pada golongan tertentu, berhasil meningkatkan akses pendidikan modern, melahirkan kelas priyayi baru yang terdidik serta tenaga kerja kompeten dengan sistem pengembalian dana.Meskipun program berlangsung hingga 1940‑an, krisis ekonomi 1930 menurunkan efektivitasnya, namun kebijakan tersebut tetap menjadi contoh pendanaan pendidikan berbasis komunitas pada era kolonial.
Penelitian selanjutnya dapat membandingkan model Studiefonds dengan skema pendanaan pendidikan kolonial lainnya di wilayah Jawa atau di negara‑negara Hindia Belanda lainnya untuk menilai keunikan dan efektivitas relatifnya. Selanjutnya, studi kuantitatif yang memanfaatkan data arsip penerima Studiefonds dapat mengukur dampak jangka panjang terhadap status sosial‑ekonomi penerima dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima dana, sehingga memberikan gambaran tentang kontribusi program terhadap mobilitas sosial. Selain itu, analisis gender yang mendalam terhadap peran Studiefonds dalam meningkatkan akses pendidikan bagi perempuan, khususnya setelah kebijakan Mangkunegara VII yang memperluas sekolah bagi perempuan, dapat mengungkap bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi partisipasi wanita dalam pendidikan dan pekerjaan pada masa kolonial.
| File size | 487.42 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Namun, materi bersastra kurang mendapat perhatian dari para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sehingga selama ini proses pembelajaran yang dilakukanNamun, materi bersastra kurang mendapat perhatian dari para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sehingga selama ini proses pembelajaran yang dilakukan
STAI YPBWISTAI YPBWI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian eksperimen. Bentuk eksperimen yang digunakan adalah one group pretest‑posttestPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian eksperimen. Bentuk eksperimen yang digunakan adalah one group pretest‑posttest
AKRABJUARAAKRABJUARA Para istri mantan gemblak menginterpretasikan masa lalu suami mereka melalui pengalaman hidup, nilai-nilai budaya Jawa, dan penerimaan lingkungan sosial.Para istri mantan gemblak menginterpretasikan masa lalu suami mereka melalui pengalaman hidup, nilai-nilai budaya Jawa, dan penerimaan lingkungan sosial.
HAMZANWADIHAMZANWADI Instrumen yang digunakan berupa dua tugas pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Instrumen yang digunakan berupa dua tugas pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
UM SURABAYAUM SURABAYA Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek sekumpulan anak remaja di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Dari hasil penelitian,Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek sekumpulan anak remaja di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Dari hasil penelitian,
UM SURABAYAUM SURABAYA Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan makna tanda dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden. , untuk menunjukkan tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol,Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan makna tanda dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden. , untuk menunjukkan tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol,
UIN SUKAUIN SUKA Produksi karya tafsir al-Quran berbahasa Jawa dalam aksara Pegon di lingkungan pesantren mencerminkan keterlibatan dinamis antara penafsiran al-Quran danProduksi karya tafsir al-Quran berbahasa Jawa dalam aksara Pegon di lingkungan pesantren mencerminkan keterlibatan dinamis antara penafsiran al-Quran dan
UNCMUNCM Dengan mengadopsi nilai-nilai tersebut, pemimpin masa kini dapat memimpin dengan inspirasi, transformasi, dan tujuan yang lebih besar untuk kemajuan danDengan mengadopsi nilai-nilai tersebut, pemimpin masa kini dapat memimpin dengan inspirasi, transformasi, dan tujuan yang lebih besar untuk kemajuan dan
Useful /
UNBARIUNBARI Kendala Penerapan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan adalah kondisi dan motivasi para pihak dalam prosesnya, ketidaktahuanKendala Penerapan keadilan restoratif dalam penanganan tindak pidana penganiayaan adalah kondisi dan motivasi para pihak dalam prosesnya, ketidaktahuan
UNBARIUNBARI Di dalam penulisan Tesis ini penulis gunakan tipe penelitian Yuridis Empiris, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah Socio-Legal Research. Tehnik pengambilanDi dalam penulisan Tesis ini penulis gunakan tipe penelitian Yuridis Empiris, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah Socio-Legal Research. Tehnik pengambilan
HABIHABI Dengan demikian, PURE Model dinilai potensial sebagai pendekatan alternatif dalam meningkatkan SWB pada kelompok rentan seperti pengangguran terdidik.Dengan demikian, PURE Model dinilai potensial sebagai pendekatan alternatif dalam meningkatkan SWB pada kelompok rentan seperti pengangguran terdidik.
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing tokoh memiliki posisi yang berbeda. Putri sebagai objek karena mengalami stereotipe, pelecehan seksual,Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing tokoh memiliki posisi yang berbeda. Putri sebagai objek karena mengalami stereotipe, pelecehan seksual,