JIECRJIECR

Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural Research

Salah satu kompetensi terpenting bagi pendidik adalah kemampuan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan alat pembelajaran—khususnya rencana pelajaran dan buku teks—menggunakan pendekatan Kasus untuk mata kuliah Pengembangan Mahasiswa. Metode yang digunakan adalah model pengembangan Rowntree dalam tiga tahap: perencanaan, pengembangan, dan evaluasi iteratif dengan revisi berdasarkan masukan ahli dan hasil percobaan. Rencana pelajaran yang dikembangkan memperoleh skor validitas rata-rata 4,57, menunjukkan tingkat keselarasan tinggi dengan tujuan pembelajaran dan standar kurikulum. Buku teks yang mendukung rencana pelajaran juga tervalidasi, mendapat skor 3,98 dalam hal desain dan 4,203 untuk kualitas konten, keduanya dianggap valid sampai sangat valid. Pengujian praktik melibatkan uji coba individu dan kelompok, menunjukkan bahwa materi mudah digunakan, dapat diterapkan, dan efektif di lingkungan kelas. Untuk menilai efektivitas, keterampilan berpikir kritis siswa diukur sebelum dan sesudah implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan skor pre-test rata-rata 61,6 dan post-test mencapai 91,8, menghasilkan N-gain 0,786, yang diklasifikasikan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa alat pembelajaran berbasis kasus dapat memfasilitasi keterlibatan mahasiswa, pemahaman kontekstual, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, menjadikannya sangat efektif untuk penggunaan pendidikan di konteks serupa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan dan penerapan rencana pelajaran serta buku teks berbasis kasus dapat meningkatkan keterampilan berpikir tinggi mahasiswa, khususnya dalam penalaran kritis.Intervensi ini tidak hanya menguatkan keterlibatan siswa dan kemampuan analitis, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pencapaian hasil belajar yang bermakna.Implementasi model pembelajaran berbasis kasus secara konsisten dapat difasilitasi untuk memperkuat kompetensi berpikir kritis di lingkungan pendidikan tinggi.

Pertama, penelitian sebaiknya mengkaji dampak jangka panjang penggunaan modul digital berbasis kasus pada perkembangan berpikir kritis mahasiswa, memeriksa bagaimana teknologi dapat memperkuat interaksi dan refleksi. Kedua, penelitian berikutnya dapat membandingkan efektivitas pendekatan berbasis kasus antara mata kuliah berbeda, seperti ilmu pengetahuan dan humaniora, untuk menentukan faktor-faktor konteks yang mempengaruhi hasil belajar. Ketiga, studi lanjutan dapat menilai peran fasilitator dalam moderasi diskusi kasus, mengidentifikasi keterampilan pendidik yang paling memengaruhi peningkatan keterampilan berpikir kritis, dan mengembangkan pelatihan khusus bagi dosen untuk mengoptimalkan penerapan metode ini.

  1. Improving Students' Critical Thinking Skills by Developing and Implementing Case-Based Learning... jiecr.org/index.php/jiecr/article/view/2392Improving Students Critical Thinking Skills by Developing and Implementing Case Based Learning jiecr index php jiecr article view 2392
Read online
File size357.56 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test