JIECRJIECR

Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural Research

Perkawinan dini tetap menjadi perhatian global, menghambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya kesetaraan gender. Praktik ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan melanggar hak asasi manusia dasar gadis-gadis, termasuk hak mereka untuk memutuskan kapan dan dengan siapa mereka akan menikah. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas intervensi film pendek berjudul RABI (Remaja Anti Bertindak Nikah Dini), yang mengintegrasikan kearifan lokal untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan perkawinan dini di antara gadis-gadis remaja di Lumajang, Indonesia. Pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok digunakan, melibatkan 137 siswa SMP dan SMA dari Puskesmas Rogotrunan. Intervensi terdiri dari pre-test, pemutaran film pendek, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor post-test siswa, dengan nilai p-value uji Wilcoxon sebesar 0,000, yang menunjukkan efektivitas intervensi. Integrasi kearifan lokal dalam video pendidikan meningkatkan penerimaan dan pemahaman pesan. Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan adalah bahwa hasilnya dapat menjadi referensi dalam pendidikan kesehatan dan upaya pencegahan perkawinan dini, sehingga meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja dan berkontribusi pada pengurangan perkawinan dini dan peningkatan kesehatan remaja.

Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi pemutaran film pendek berjudul RABI efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa terhadap pencegahan perkawinan dini di daerah pertanian.Penggunaan video memudahkan responden untuk memahami esensi pesan, yang bertujuan untuk mencegah perkawinan dini.Kearifan lokal yang disajikan dalam film pendek membuat remaja merasa relevan dengan kehidupan mereka dalam hal budaya, norma sosial yang ada, dan keyakinan yang berlaku dalam lingkungan mereka.Temuan ini dapat menjadi dasar untuk menerapkan pendidikan berbasis video dengan mengintegrasikan kearifan lokal di daerah tersebut.Temuan ini mendukung penggunaan media pendidikan yang relevan secara budaya dalam program pendidikan kesehatan untuk mempromosikan perubahan positif dalam pengetahuan dan sikap siswa.Program pendidikan berbasis kearifan lokal meningkatkan efektivitas pengiriman pesan, memperkuat keterlibatan siswa, dan meningkatkan penerimaan untuk mencapai tujuan kesehatan.Penelitian ini juga berkontribusi pada upaya untuk mengurangi tingkat perkawinan dini, meningkatkan kesehatan remaja, dan mendukung pendidikan kesehatan dan keperawatan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengembangkan dan menguji intervensi pendidikan berbasis video yang mengintegrasikan berbagai aspek kearifan lokal, seperti adat istiadat dan keterlibatan keluarga, sebagai upaya pencegahan perkawinan anak. Selain itu, penelitian dapat dilakukan di daerah atau suku dengan budaya dan adat yang kuat, serta di wilayah yang lebih luas. Penting juga untuk mempertimbangkan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam mengurangi tingkat perkawinan dini di Indonesia. Dengan demikian, pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif dapat diterapkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan remaja, serta mengurangi dampak negatif perkawinan dini.

  1. "RABI (Remaja Anti Bertindak Nikah Dini)" Short Film: Based on Local Wisdom to Prevent Child... doi.org/10.46843/jiecr.v7i1.2378RABI Remaja Anti Bertindak Nikah Dini Short Film Based on Local Wisdom to Prevent Child doi 10 46843 jiecr v7i1 2378
Read online
File size256.79 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test