PNMPNM

JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)

Saat ini, sistem pengaturan pintu kereta yang digunakan belum menggunakan kendali kecepatan dengan sistem close loop. Kecepatan pintu diatur secara manual untuk mencapai kecepatan yang seragam pada setiap pintu. Namun, skripsi berjudul Rancang Bangun Rolling Stock Door Control Unit (DCU) Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) mengusulkan pengembangan produk Door Control Unit (DCU) yang bertujuan untuk mengatur kondisi pintu pada kereta dan mengontrol kecepatan buka‑tutup pintu menggunakan metode kendali PWM Duty Cycle dan sistem close loop berbasis kendali PID. Sistem DCU ini menggunakan perangkat berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang memungkinkan komunikasi dengan PLC lain melalui jalur komunikasi RS485 dengan protokol Modbus RTU sebagai master dan slave. Dalam penelitian ini, digunakan metode kendali PID Ziegler‑Nichol tipe 1 dengan parameter Kp = 2,4, Ki = 12, dan Kd = 0,12. Hasil pengujian menunjukkan karakteristik sistem dengan waktu tunda sebesar 0,2 detik, waktu naik pintu selama 0,1 detik, waktu tutup pintu selama 0,8 detik, overshoot sebesar 28,75 %, dan error waktu tutup sebesar 1 %.

PLC Outseal dapat berfungsi sebagai kontroler utama DCU, menyediakan pembacaan sensor digital, output digital, pengaturan PWM, serta dukungan protokol Modbus RTU RS485, sehingga dapat diintegrasikan dengan berbagai aktuator dan sensor.Dengan penerapan kontrol PID (metode Ziegler‑Nichols, Kp=2,4.Kd=0,12), DCU mencapai performa waktu tunda 0,2 s, waktu naik 0,1 s, waktu tunak 0,8 s, overshoot 28,75 % dan error 1 %.Selain berperan sebagai master, DCU juga dapat berfungsi sebagai slave dalam jaringan Modbus RTU, memungkinkan kendali pintu (buka, tutup, anti‑trap) dari sistem utama kereta.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penggunaan sensor fusi, seperti menggabungkan rotary encoder dengan sensor laser atau lidar, untuk meningkatkan akurasi posisi pintu serta mengurangi error pembacaan yang pada penelitian ini mencapai 22 % menjadi kurang dari 5 %. Selain itu, dapat dikaji penerapan algoritma tuning PID adaptif yang berbasis optimasi online, misalnya algoritma genetika, particle swarm optimization, atau fuzzy‑logic, yang mampu menyesuaikan nilai Kp, Ki, dan Kd secara real‑time sesuai dengan variasi beban motor dan kondisi operasional kereta, sehingga waktu naik, overshoot, dan error dapat diminimalkan. Selanjutnya, studi mengenai kontrol multi‑set‑point yang lebih responsif dapat dilakukan dengan mengoptimalkan model dinamis pintu menggunakan pendekatan model predictive control (MPC) untuk mengatasi keterlambatan respons pada perubahan set‑point. Integrasi DCU dengan sistem manajemen kereta (TCMS) melalui protokol Ethernet‑based seperti Modbus TCP atau CAN juga perlu diteliti, untuk memungkinkan pertukaran data secara real‑time, pemantauan kondisi perangkat, serta implementasi strategi pemeliharaan prediktif. Akhirnya, evaluasi performa sistem dalam kondisi operasional nyata, termasuk analisis keandalan anti‑trap pada jarak deteksi lebih dari 1 meter dan pengujian pada berbagai tipe pintu (sliding, swing, plug) dapat memberikan wawasan komprehensif bagi pengembangan standar industri pintu kereta masa depan.

Read online
File size370.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test