PNMPNM

JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)

Tower Base Transceiver Station (BTS) adalah fasilitas telekomunikasi yang berperan penting dalam menyediakan komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi (klien) dan jaringan operator. Biasanya, BTS dibangun di daerah pemukiman yang padat untuk memastikan distribusi sinyal telekomunikasi yang efektif. Namun, mengingat lokasinya yang berada di daerah padat penduduk, perawatan tower BTS menjadi sangat penting. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk memastikan tower BTS dapat beroperasi secara optimal dan mengurangi risiko keruntuhan. Dalam pengembangan prototipe, beberapa komponen digunakan, seperti sensor MPU-6050, layar LCDNodeMCU ESP8266 dan Arduino Uno. Sensor MPU-6050 digunakan untuk mendeteksi kemiringan sudut sebuah tower BTS. Setelah melakukan 10 pengujian sudut pitch dan roll, sistem prototype kelayakan BTS menghasilkan rerata kesalahan sebesar 1,077 sudut derajat untuk sudut pitch dan 1,703 sudut derajat untuk sudut roll. Meskipun terdapat kesalahan, hasil tersebut masih dianggap valid dalam memonitoring kemiringan tower BTS. Namun, dalam pengujian pengiriman data ke aplikasi Android pada prototype, terdapat keterlambatan antara NodeMCU dan aplikasi Android. Sensor MPU-6050 menghasilkan data dengan resolusi hingga mikrodetik, sehingga membutuhkan koneksi internet yang cepat untuk mengirimkan data tersebut.

Penggunaan sensor MPU-6050 prototype kemiringan BTS telah dilakukan dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu.Proses kalibrasi ini melibatkan pengambilan rata-rata dari 10.000 data pada posisi awal untuk mendapatkan nilai offset sudut pitch dan roll.Dari hasil kalibrasi, diperoleh nilai offset sebesar 0,30 untuk sudut pitch dan -5,11 untuk sudut roll, yang kemudian diimplementasikan dalam kode Arduino.Prototype kemiringan BTS juga berhasil diintegrasikan dengan Internet of Things (IoT) menggunakan layanan Google Firebase.Dengan adanya integrasi ini, prototype dapat mengirim data kemiringan secara real-time melalui jaringan internet.Aplikasi Android kemudian dapat mengambil data tersebut dari Firebase untuk keperluan monitoring.Melalui proses pengujian yang dilakukan, ditemukan bahwa prototype kemiringan BTS memiliki rata-rata kesalahan sebesar 1,077 untuk sudut pitch dan 1,703 untuk sudut roll.Meskipun terdapat kesalahan dalam pengukuran, hasil tersebut masih dianggap valid dalam melakukan pemantauan kemiringan BTS.Dalam implementasi nyata, prototype ini dapat memberikan informasi yang akurat dan membantu dalam memantau kemiringan tower BTS secara efektif.

Untuk meningkatkan keakuratan dan keandalan sistem monitoring kemiringan BTS, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan algoritma pengolahan data yang lebih canggih. Dengan memanfaatkan teknik-teknik pengolahan sinyal dan algoritma machine learning, sistem dapat meningkatkan kemampuan deteksi dan prediksi kemiringan dengan lebih akurat. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan sensor-sensor tambahan, seperti accelerometer atau gyroscope, untuk meningkatkan ketepatan pengukuran kemiringan. Dengan menggabungkan data dari berbagai sensor, sistem dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif tentang kondisi tower BTS. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi dengan sistem peringatan dini yang terhubung dengan layanan darurat, sehingga memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap potensi bahaya keruntuhan tower BTS. Dengan demikian, sistem monitoring kemiringan BTS dapat menjadi lebih efektif dalam mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan masyarakat.

Read online
File size500.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test