UMBUMB

SINERGISINERGI

Penelitian ini berfokus pada pengaruh beban tempa dan perlakuan panas terhadap perilaku korosi baja tahan cuaca A588-1%Ni. Sampel yang digunakan adalah baja tempa panas (A588%-1%Ni) dengan beban 50 ton dan 75 ton pada temperatur 800-850 C. Sampel uji dipanaskan ulang pada temperatur interkritikal antara A3–A1, sekitar 780 °C, ditahan selama 1 jam, dan kemudian didinginkan hingga suhu ruang. Media pendingin yang digunakan adalah air, minyak, dan udara terbuka. Variasi beban tempa dan perlakuan panas memengaruhi mikrostruktur dan laju korosi A588-1%Ni. Berdasarkan pengujian metalografi, setelah proses tempa panas, baja laterit A588-1%Ni memiliki mikrostruktur seperti ferit-perlit. Kemudian, setelah perlakuan panas sebagai fase ferit dan semenit-mengandung, perlit, bainit, atau martensit dapat sangat baik. Pendinginan air menghasilkan martensit lath yang terdistribusi secara seragam dengan fase ferit acicular. Selain itu, media minyak menciptakan bainit dengan fase ferit acicular berukuran lebih kasar. Media udara terbuka menghasilkan fase perlit ferit. Perilaku korosi baja laterit yang dikenakan proses tempa panas dan diikuti perlakuan panas dievaluasi dalam larutan 3% NaCl. Pendinginan minyak dengan mikrostruktur bainit-ferit memiliki laju korosi terendah, yaitu 11,96x10-3 mmpy.

Variasi beban tempa dan perlakuan panas sangat memengaruhi laju korosi A588-1%Ni.Proses tempa dengan beban 75 ton cenderung menghasilkan ukuran butir ferit yang lebih kecil dibandingkan dengan beban 50 ton.Pendinginan dengan media minyak dengan mikrostruktur bainit-ferit memiliki laju korosi terendah.Secara umum, fase perlit-ferit memiliki laju korosi lebih tinggi dibandingkan bainit dan martensit.Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan proses tempa dan perlakuan panas guna meningkatkan ketahanan korosi baja A588-1%Ni di lingkungan maritim.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi komposisi kimia terhadap mikrostruktur dan perilaku korosi A588-1%Ni, terutama dengan fokus pada penambahan unsur-unsur paduan lain yang dapat meningkatkan ketahanan korosi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode perlakuan panas yang lebih optimal untuk menghasilkan mikrostruktur bainit yang lebih homogen dan stabil, sehingga dapat mengurangi laju korosi. Ketiga, perlu dilakukan investigasi lebih mendalam mengenai mekanisme korosi pada baja A588-1%Ni di lingkungan maritim, termasuk identifikasi produk korosi dan pengaruhnya terhadap kinerja material. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku korosi baja A588-1%Ni dan dapat dikembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan ketahanannya terhadap korosi di lingkungan maritim, sehingga dapat mendukung pengembangan infrastruktur maritim yang lebih berkelanjutan dan tahan lama.

  1. Acicular Ferrite Formation and Its Influencing Factors-A Review | Loder | Journal of Materials Science... ccsenet.org/journal/index.php/jmsr/article/view/64338Acicular Ferrite Formation and Its Influencing Factors A Review Loder Journal of Materials Science ccsenet journal index php jmsr article view 64338
  2. Effect of Sol-Gel Film on the Corrosion Resistance of Low Carbon Steel Plate | Scientific.Net. effect... doi.org/10.4028/scientific.net/msf.984.43Effect of Sol Gel Film on the Corrosion Resistance of Low Carbon Steel Plate Scientific Net effect doi 10 4028 scientific msf 984 43
  3. The Effect of Ni on the Formation of Bainite in Fe-Ni Lateritic Steels through Semi-continuous Cooling... doi.org/10.14716/ijtech.v11i1.3178The Effect of Ni on the Formation of Bainite in Fe Ni Lateritic Steels through Semi continuous Cooling doi 10 14716 ijtech v11i1 3178
Read online
File size1.25 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test