PNMPNM

JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)

Seiring kemajuan teknologi di Indonesia, komposit mulai mengalami perkembangan. Yang awalnya berbahan dasar serat sintesis, kini mulai berkembang menggunakan bahan tambahan serat alam. Serat alam yang digunakan dalam project tugas akhir ini adalah sabut kelapa dan bagasse. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan serat terhadap kekuatan tarik dan bending. Komposit dengan matriks polyester menggunakan teknik hand lay up dan prosedur dalam pembuatan visor kendaraan matic roda 2 menggunakan komposit sabut kelapa dan bagasse. Pada penelitian ini, perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse dengan variasi yaitu 20:80, 30:70, 50:50, 70:30, 80:20. Pada pengujian tarik didapatkan nilai tertinggi pada variasi perbandingan serat kelapa dan bagasse (30:70), untuk kekuatan tarik sebesar 20,03 MPa dan untuk pengujian bending didapatkan nilai tertinggi pada variasi perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse (20:80) kekuatan bending sebesar 101,61 MPa. Untuk nilai kekuatan tarik dan bending terendah didapat pada variasi perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse (50:50) untuk kekuatan tarik sebesar 9,77 MPa dan kekuatan bending sebesar 25,56 MPa.

Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi serat sabut kelapa dan bagasse dengan larutan H₂SO₄ pada matriks polyester menghasilkan kekuatan mekanik tertinggi pada variasi 30.70 untuk uji tarik (833,56 N) dan pada variasi 20.Hasil pengujian tersebut kemudian diterapkan dalam pembuatan visor kendaraan menggunakan metode pengepresan.Peningkatan proporsi bagasse secara signifikan meningkatkan sifat mekanik komposit.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara mendalam pengaruh variasi konsentrasi larutan H₂SO₄ yang digunakan dalam perlakuan serat sabut kelapa dan bagasse, dengan tujuan mengidentifikasi kondisi kimia optimal yang menghasilkan peningkatan signifikan pada kekuatan tarik dan bending komposit. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif antara matriks polyester yang dipakai pada penelitian ini dengan berbagai resin bio‑based, seperti epoksi berbasis lignin atau bio‑resin dari minyak nabati, untuk menilai potensi peningkatan kinerja mekanik sekaligus mengurangi jejak lingkungan material. Penelitian juga dapat mengevaluasi efek penambahan bahan pengikat tambahan, misalnya nanopartikel silica atau serat karbon, terhadap kepadatan, distribusi void, dan sifat termal komposit, sehingga dapat memperbaiki kualitas permukaan dan mengurangi porositas. Selain itu, penting untuk melakukan pengujian ketahanan jangka panjang visor yang diproduksi, termasuk siklus kelembaban, fluktuasi suhu, serta beban dinamis yang meniru kondisi operasional kendaraan, guna menilai stabilitas dimensi dan penurunan sifat mekanik seiring waktu. Akhirnya, pendekatan metode statistik terapan, seperti desain eksperimen faktorial, dapat diterapkan untuk memodelkan interaksi antara faktor‑faktor tersebut dan menghasilkan pedoman praktis bagi industri otomotif dalam produksi komposit berbasis serat alam.

Read online
File size684.68 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test