EKASAKTIEKASAKTI

UNES Journal of EducationUNES Journal of Education

Permainan tradisional merupakan satu contoh dari ribuan permainan tradisional yang ada di Indonesia. Namun permainan tradisional tersebut kini semakin terkikis keberadaannya sedikit demi sedikit khususnya di kota-kota mungkin untuk anak-anak sekarang ini banyak yang tidak mengenal permainan tradisional yang ada padahal permainan tradisional adalah permainan warisan nenek moyang rakyat Indonesia. Permainan tradisional yang dikenal masyarakat diantaranya adalah permainan rondes dan gobak sodor. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Gerakan-gerakan itu bisa gerakan berlari, melompat, memukul, membongkok, dan lain-lain. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh permainan tradisional rondes dan gobak sodor terhadap gerak motorik kasar dan diantara kedua permainan tradisional ini yang lebih baik dapat meningkatkan kemampuan gerak motorik kasar pada siswa sekolah dasar Negeri 16 Surau gadang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah pre-test and post-test group design. Metode analisis data menggunakan uji t. subyek penelitian siswa kelas V SDN 16 Surau Gadang. Semua subyek diberikan perlakuan memainkan permainan tradisional rondes dan gobak sodor.

Permainan tradisional rondes dapat meningkatkan kemampuan gerak motorik kasar siswa kelas V SD, terutama pada uji lari bolak-balik 4x5 meter yang menunjukkan hasil signifikan.Permainan tradisional gobak sodor juga meningkatkan kemampuan gerak motorik kasar, khususnya pada uji medicine ball yang menunjukkan hasil signifikan.Secara keseluruhan, permainan rondes lebih unggul dibandingkan gobak sodor dalam meningkatkan gerak motorik kasar siswa, karena lebih banyak aspek pengujiannya menunjukkan peningkatan signifikan.

Pertama, penelitian lanjutan dapat meneliti efek jangka panjang permainan tradisional rondes dan gobak sodor terhadap pengembangan koordinasi otot halus pada siswa kelas VI dan VII, dengan menambahkan periode observasi selama satu semester penuh. Kedua, sebaiknya dilakukan studi komparatif dengan melibatkan kelompok kontrol yang hanya melakukan aktivitas fisik non-tradisional, sehingga dapat memperjelas kontribusi khusus dari unsur budaya tradisional terhadap peningkatan motorik kasar. Ketiga, disarankan untuk memperluas populasi penelitian dengan menambahkan variasi daerah pedesaan dan perkotaan, serta memperkaya instrumen evaluasi dengan penggunaan alat ukur gerakan digital yang dapat memberikan data kinerja secara real-time, sehingga hasilnya lebih akurat dan dapat diaplikasikan dalam kurikulum jasmani sekolah dasar.

Read online
File size943.11 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test