POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA
KIAKIAWanita premenopause sering mengalami kecemasan yang meningkat akibat fluktuasi hormonal dan stres psikososial yang terkait dengan transisi menopause. Intervensi non-farmakologis, khususnya terapi musik, telah diakui sebagai pendekatan komplementer yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan emosional. Namun, bukti empiris terbatas mengenai efek spesifik dari musik suling dalam pengaturan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas terapi relaksasi musik suling dalam mengurangi tingkat kecemasan di antara wanita premenopause. Desain quasi-eksperimental pretest-posttest diterapkan dengan melibatkan 51 peserta premenopause yang dipilih melalui sampling purposif di wilayah pelayanan Puskesmas Mangkubumi, Tasikmalaya, Indonesia pada tahun 2025. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Skala Penilaian Kecemasan Hamilton (HARS) sebelum dan setelah tujuh hari berturut-turut terapi relaksasi musik suling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank setelah dikonfirmasi distribusi non-normal melalui uji Kolmogorov-Smirnov. Responden didominasi oleh usia 40-45 tahun (54,9%). Skor kecemasan rata-rata sebelum intervensi adalah 16,25 (SD = 2,30), dikategorikan sebagai kecemasan ringan, dan menurun menjadi 12,43 (SD = 1,62) pasca-intervensi, menunjukkan tidak ada kecemasan. Uji Wilcoxon mengungkapkan penurunan tingkat kecemasan yang secara statistik signifikan (Z = -3,82, p < 0,001). Penurunan rata-rata 3,82 poin menunjukkan efek terapi yang bermakna dari intervensi musik suling. Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang melaporkan peran musik dalam mengatur respons stres, memodulasi jalur neuroendokrin, dan meningkatkan stabilitas emosional di antara wanita menopouse dan perimenopause. Hasil ini menekankan kesesuaian budaya dan aksesibilitas musik suling sebagai media relaksasi dalam layanan kesehatan ibu dan reproduksi di Indonesia. Terapi relaksasi musik suling efektif mengurangi kecemasan di antara wanita premenopause dan mewakili intervensi yang terjangkau dan hemat biaya untuk program kebidanan berbasis masyarakat dan kesehatan wanita.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi relaksasi musik suling secara efektif mengurangi kecemasan di antara wanita premenopause, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan yang bermakna dalam skor rata-rata Skala Penilaian Kecemasan Hamilton (HARS) sebesar 3,82 poin setelah intervensi selama tujuh hari berturut-turut dalam empat minggu.Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan musik yang terstruktur dapat berfungsi sebagai strategi non-farmakologis, adaptif budaya, dan biaya efektif untuk meringankan gejala kecemasan selama transisi menopause.Hasil ini lebih lanjut menekankan manfaat psikofisiologis dan emosional dari integrasi relaksasi berbasis suara ke dalam program kesehatan wanita.Dari segi praktis, memasukkan sesi musik suling dalam layanan kesehatan primer atau kebidanan berbasis masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan emosional, mempromosikan regulasi stres, dan berkontribusi pada perawatan kesehatan reproduksi holistik.Secara teoritis, temuan ini memperkaya tubuh bukti yang berkembang tentang jalur neurobiologis yang menghubungkan stimulasi pendengaran dan regulasi afektif, mendukung penggunaan terapi musik sebagai modus komplementer dalam intervensi psikososial.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan desain acak terkendali dengan sampel yang lebih besar dan beragam, serta memasukkan indikator biopsiologis (misalnya, variabilitas denyut jantung, kortisol saliva) untuk memvalidasi temuan psikologis. Studi longitudinal juga diperlukan untuk memeriksa ketahanan penurunan kecemasan dan mengeksplorasi hubungan dosis-respons, termasuk frekuensi sesi optimal, variasi tempo, dan adaptasi budaya terapi musik. Selain itu, uji perbandingan yang mengevaluasi modus musik yang berbeda (misalnya, suling, senar, atau suara alam) dapat membantu mengidentifikasi stimulus pendengaran yang paling efektif untuk wanita di usia pertengahan. Akhirnya, mengintegrasikan komponen kualitatif seperti persepsi peserta dan pengalaman hidup dapat memberikan wawasan yang lebih kaya tentang mekanisme di balik hasil terapi dan meningkatkan penerjemahan intervensi relaksasi musik ke dalam praktik perawatan primer rutin. Dengan mengatasi batasan ini, studi masa depan dapat memperkuat dasar bukti dan utilitas klinis relaksasi berbasis musik sebagai intervensi yang terjangkau dan berkelanjutan untuk manajemen kecemasan selama transisi premenopause.
| File size | 431.04 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Kelompok intervensi mengonsumsi kapsul nanopartikel 500 mg tiga kali sehari bersamaan dengan tablet Fe 6 mg per hari selama 14 hari, sementara kelompokKelompok intervensi mengonsumsi kapsul nanopartikel 500 mg tiga kali sehari bersamaan dengan tablet Fe 6 mg per hari selama 14 hari, sementara kelompok
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penggunaan BB dan DBR dapat menurunkan rasa sakit dan kecemasan selama proses persalinan, tetapi BB menunjukkan keunggulan dalam memperpendek durasi fasePenggunaan BB dan DBR dapat menurunkan rasa sakit dan kecemasan selama proses persalinan, tetapi BB menunjukkan keunggulan dalam memperpendek durasi fase
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Temuan ini menyoroti implikasinya untuk praktik kebidanan dan kesehatan masyarakat. Intervensi harus berfokus pada penguatan konseling di Posyandu denganTemuan ini menyoroti implikasinya untuk praktik kebidanan dan kesehatan masyarakat. Intervensi harus berfokus pada penguatan konseling di Posyandu dengan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Populasi penelitian meliputi semua anak di TK Harapan Gorongan dan TK Bim Bim Cha, sedangkan sampel dipilih secara purposive sebanyak 42 anak. AnalisisPopulasi penelitian meliputi semua anak di TK Harapan Gorongan dan TK Bim Bim Cha, sedangkan sampel dipilih secara purposive sebanyak 42 anak. Analisis
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Terapi bermain merupakan pendekatan non‑farmakologis yang banyak direkomendasikan untuk mengurangi kecemasan pediatrik, dan CalmCube merupakan alat terapiTerapi bermain merupakan pendekatan non‑farmakologis yang banyak direkomendasikan untuk mengurangi kecemasan pediatrik, dan CalmCube merupakan alat terapi
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penerapan media ini dapat menjadi strategi yang berpotensi diintegrasikan ke dalam program kesehatan remaja berbasis sekolah dan komunitas di daerah yangPenerapan media ini dapat menjadi strategi yang berpotensi diintegrasikan ke dalam program kesehatan remaja berbasis sekolah dan komunitas di daerah yang
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Ketiga faktor tersebut secara signifikan memengaruhi keberhasilan asi eksklusif dengan nilai p < 0,05. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya intervensiKetiga faktor tersebut secara signifikan memengaruhi keberhasilan asi eksklusif dengan nilai p < 0,05. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya intervensi
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Banyak faktor yang menyebabkan stunting, salah satunya adalah anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia mengalami penurunan suplai oksigen ke sel-sel tubuhBanyak faktor yang menyebabkan stunting, salah satunya adalah anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia mengalami penurunan suplai oksigen ke sel-sel tubuh
Useful /
UNWAHAUNWAHA Pendampingan digitalisasi usaha mikro di desa Palrejo berhasil membangun fondasi identitas digital melalui Business Profile di Google dan WhatsApp Business,Pendampingan digitalisasi usaha mikro di desa Palrejo berhasil membangun fondasi identitas digital melalui Business Profile di Google dan WhatsApp Business,
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Pernikahan dini masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan seperti Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya. Meskipun telah dilakukanPernikahan dini masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan seperti Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya. Meskipun telah dilakukan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Sebagian besar partisipan yang anemik memiliki skor perilaku di bawah rata-rata, dan keluarga mereka cenderung memiliki penghasilan rendah. Temuan iniSebagian besar partisipan yang anemik memiliki skor perilaku di bawah rata-rata, dan keluarga mereka cenderung memiliki penghasilan rendah. Temuan ini
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Melalui studi cross‑sectional dengan 61 pasangan, analisis univariate, bivariate, dan regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, sikapMelalui studi cross‑sectional dengan 61 pasangan, analisis univariate, bivariate, dan regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap