POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Rendahnya minat pemuda dalam bidang pertanian dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena usaha di bidang pertanian kurang menguntungkan dan juga bukan suatu pekerjaan yang manjanjikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi minat pemuda Suku Batak dan Suku Jawa dalam bidang pertanian, dan perbedaan minat antara pemuda Suku Batak dan Suku Jawa. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuesioner yang telah lulus uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis data menggunakan Uji Regresi Linier Berganda dan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara minat pemuda Suku Batak dan Suku Jawa dalam bidang pertanian. Secara parsial, variabel gengsi dan lingkungan keluarga, memiliki pengaruh yang berbanding terbalik terhadap minat pemuda Suku Batak, serta faktor status sosial (3,246) berpengaruh yang positif terhadap minat pemuda Suku Jawa. Secara bersama-sama faktor gengsi, lingkungan keluarga, pendidikan, pengalaman, lingkungan sosial, status sosial, budaya dan teknologi memberikan kontribusi sebesar 52,7% terhadap minat pemuda Suku Batak, dan 75,8% faktor gengsi, lingkungan keluarga, pendidikan, pengalaman, lingkungan sosial, status sosial, budaya dan teknologi berpengaruh pada minat pemuda Suku Jawa.

Berdasarkan analisis, prestige dan lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap minat pemuda Suku Batak dalam pertanian, sedangkan status sosial menjadi faktor utama yang mempengaruhi minat pemuda Suku Jawa.Minat pemuda Suku Batak berada pada kategori sedang (41,8 %) sementara minat pemuda Suku Jawa tergolong tinggi (68,6 %).Kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05).

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana pelatihan digital pertanian dapat mengurangi hambatan prestige yang mengurangi minat pemuda Suku Batak, dengan merancang eksperimen kontrol‑eksperimen pada kelompok yang menerima modul e‑learning dan membandingkan perubahan minat mereka. Selain itu, perlu diteliti peran transfer pengetahuan antar generasi dalam membentuk minat pertanian pemuda Suku Jawa, khususnya bagaimana latar belakang sosial‑ekonomi memoderasi pengaruh nilai budaya terhadap keputusan karir pertanian; studi kualitatif longitudinal dapat menggali dinamika tersebut. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal berbasis program kewirausahaan pertanian komunitas dapat menilai dampak intervensi pendampingan usaha terhadap keberlanjutan minat dan partisipasi pemuda dari kedua suku, dengan mengamati perubahan perilaku selama beberapa tahun. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian.

Read online
File size178.47 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test