POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Motivasi merupakan salah satu aspek penentu keberhasilan usaha ternak sebagai kegiatan ekonomi dalam meningkatkan pendapatan dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Kelompok Tani Tirto Kencono, Desa Banyudono, Kecamatan Dukun dari tanggal 05 Maret sampai dengan 30 April 2020. Tujuan yang ingin dicapai yaitu mengetahui tingkat motivasi peternak dalam budidaya domba dan mengetahui hubungan antara karakteristik peternak terhadap motivasi budidaya domba. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas berupa karakteristik peternak (umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah kepemilikan ternak dan jumlah tanggungan keluarga) serta variabel terikat berupa motivasi peternak. Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang yang diambil secara sensus. Metode penggalian data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Tingkat motivasi dianalisis secara deskriptif sedangkan hubungan antar variabel dianalisis dengan uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil menunjukkan bahwa 2,86% peternak yang berada pada tingkat motivasi sedang, 42,86% peternak berada pada tingkat motivasi tinggi dan 54,29% peternak berada pada tingkat motivasi sangat tinggi. Pertambahan umur peternak cenderung menurunkan motivasinya dalam budidaya domba, semakin tinggi tingkat pendidikan peternak maka motivasi meningkat, semakin banyak jumlah ternak yang dimiliki maka motivasi cenderung meningkat, peternak dengan lebih berpengalaman cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi dan semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka motivasi peternak cenderang semakin meningkat.

Tingkat motivasi peternak dalam budidaya ternak domba di Kelompok Tani Ngudi Makmur II dan Kelompok Tani Tirto Kencono Desa Banyudono Kecamatan Dukun termasuk dalam kriteria tinggi berdasarkan kategori perolehan nilai.Pertambahan umur peternak cenderung menurunkan motivasinya dalam budidaya domba.semakin tinggi tingkat pendidikan peternak maka motivasi meningkat, semakin banyak jumlah ternak yang dimiliki maka motivasi cenderung meningkat, lebih berpengalaman cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi dan semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka motivasi peternak cenderang semakin meningkat.

Bagaimana pengaruh intervensi pelatihan manajemen usaha ternak yang memanfaatkan teknologi informasi, seperti aplikasi pencatatan keuangan dan platform pembelajaran daring, terhadap motivasi peternak muda di wilayah Kecamatan Dukun, sehingga dapat diidentifikasi strategi pembelajaran yang paling efektif dan berkelanjutan? Apakah terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat motivasi budidaya domba antara peternak yang mengadopsi praktik sanitasi modern, termasuk penggunaan vaksinasi rutin dan sistem pembuangan limbah terkontrol, dengan peternak yang masih menggunakan metode tradisional, serta bagaimana faktor ekonomi seperti pendapatan per ekor dan biaya operasional memediasi hubungan tersebut? Sejauh mana peran jaringan sosial antar kelompok tani, termasuk pertukaran informasi melalui pertemuan rutin, bantuan pinjaman kelompok, dan kolaborasi pemasaran bersama, berkontribusi pada peningkatan motivasi dan produktivitas peternak, dan apa implikasi temuan ini bagi perumusan kebijakan penyuluhan yang lebih responsif terhadap kebutuhan komunitas? Penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang faktor-faktor dinamis yang memengaruhi motivasi peternak, mengatasi keterbatasan sampel kecil serta pendekatan cross‑sectional yang digunakan dalam studi sebelumnya, serta memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk merancang program peningkatan kesejahteraan peternak domba di daerah serupa.

Read online
File size131.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test