UGMUGM

JBPJBP

Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia menyebabkan peningkatan cekaman abiotik, terutama kekeringan, yang berdampak pada produktivitas tanaman tebu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober tahun 2024 hingga Mei 2025 di Laboratorium Biologi Molekuler dan Bioteknologi, UPA. Pengelolaan Limbah, dan Laboratorium Terpadu Universitas Jember. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi respons agronomi, fisiologis, dan biokimia dari lima varietas tebu terhadap cekaman kekeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman kekeringan memberikan dampak yang berbeda tergantung pada ketahanan varietas. Varietas transgenik tahan kekeringan (NXI4T) menunjukkan respons yang lebih stabil, ditunjukkan melalui skor kekeringan dan lengkung daun yang lebih rendah, kadar air media (KAM) dan kadar air relatif (KAR) yang lebih tinggi, serta kandungan klorofil, fenolik, dan flavonoid yang relatif stabil. Selain itu, akumulasi H₂O₂ lebih rendah dan sistem perakarannya lebih kuat, mendukung kemampuan adaptasi terhadap kekeringan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa respon varietas tebu terhadap cekaman kekeringan berbeda-beda, baik secara agronomi, fisiologi, maupun biokimia.Berdasarkan analisa yang ada, varietas tebu transgenik NXI4T disusul varietas bululawang mampu mempertahankan Kadar Air Relatif (KAR) dan menunjukkan aktivitas enzim antioksidan (CAT dan POD) yang lebih rendah, disertai dengan skor daun menggulung dan kekeringan yang lebih rendah dibandingkan varietas lain.Hal ini mengindikasikan adanya mekanisme toleransi air melalui pengurangan kerusakan oksidatif.Sebaliknya, varietas NX04 mengalami penurunan KAR yang signifikan, disertai skor daun menggulung dan tingkat kekeringan yang tertinggi, menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap kekeringan.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut mekanisme toleransi air pada varietas tebu transgenik NXI4T dan varietas bululawang, termasuk studi tentang peran enzim antioksidan dalam menekan kerusakan oksidatif. (2) Mengkaji lebih dalam tentang pengaruh cekaman kekeringan pada sistem perakaran tanaman tebu, terutama pada varietas yang menunjukkan toleransi yang lebih baik, seperti NXI4T dan bululawang. (3) Meneliti lebih lanjut tentang hubungan antara kadar air relatif (KAR) dan toleransi cekaman kekeringan pada tanaman tebu, serta mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap toleransi tersebut.

  1. Perubahan Karakter Agronomi, Fisiologi, dan Biokimia pada Beberapa Varietas Tebu Selama Cekaman Kekeringan... journal.ugm.ac.id/jbp/article/view/112692Perubahan Karakter Agronomi Fisiologi dan Biokimia pada Beberapa Varietas Tebu Selama Cekaman Kekeringan journal ugm ac jbp article view 112692
Read online
File size991.68 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test