KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL

International Journal Of The WorldInternational Journal Of The World

Masa remaja adalah tahap transisi yang ditandai dengan pertumbuhan cepat dan perubahan fisik, kognitif, dan sosial yang signifikan. Pada periode ini, individu berusia 11-21 tahun cenderung mengeksplorasi identitas mereka dan sering kali menunjukkan tingkat rasa ingin tahu dan ketidakstabilan emosional yang tinggi. Saat berinteraksi dengan lingkungan sekitar, remaja sangat rentan terhadap pengaruh eksternal. Salah satu perilaku yang sering muncul pada tahap ini adalah agresivitas verbal, yaitu bentuk kekerasan yang dapat berdampak jangka panjang bagi individu dan komunitas. Agresivitas verbal, sebagai bentuk agresivitas non-fisik, melibatkan penggunaan bahasa untuk mengintimidasi, merendahkan, atau merugikan psikologis orang lain. Tinjauan teoritis ini bertujuan untuk memeriksa peran strategi regulasi emosi diri dalam mengelola perilaku agresivitas verbal di kalangan remaja. Dengan meninjau literatur yang ada, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang faktor kognitif, emosional, dan sosial yang berkontribusi terhadap agresivitas verbal dan untuk mengeksplorasi potensi strategi regulasi diri dalam mengurangi perilaku tersebut. Akhirnya, tinjauan ini dimaksudkan untuk memberikan informasi pengembangan intervensi dan strategi yang efektif untuk mempromosikan regulasi emosi yang sehat dan mengurangi agresivitas verbal di kalangan remaja.

Berdasarkan temuan dari tinjauan literatur ini, dapat disimpulkan bahwa masa remaja adalah tahap perkembangan yang sangat rentan terhadap munculnya perilaku agresivitas verbal akibat ketidakstabilan emosional, tekanan lingkungan, dan pengalaman traumatis di masa lalu.Remaja yang kurang memiliki keterampilan regulasi emosi cenderung mengekspresikan perasaan marah, frustrasi, dan kekecewaan melalui agresivitas verbal seperti mengejek, menghina, berteriak, berargumen, dan menggunakan bahasa kasar terhadap teman sebaya dan guru.Lingkungan sosial, khususnya setting sekolah, memainkan peran penting dalam membentuk dan memperkuat perilaku-perilaku ini melalui pola interaksi sehari-hari.Strategi regulasi emosi diri memainkan peran penting dalam mengelola dan mengurangi agresivitas verbal di kalangan remaja.Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengendalikan emosi memungkinkan remaja untuk merespons situasi menantang secara adaptif.Kerangka teoritis yang diusulkan oleh James Gross, Roy Baumeister, dan Albert Bandura mendukung pandangan bahwa agresivitas verbal tidak hanya dipelajari tetapi juga dapat dimodifikasi melalui proses regulasi diri yang efektif.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang menyelidiki efektivitas intervensi berbasis regulasi emosi diri dalam mengurangi agresivitas verbal di kalangan remaja. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan desain eksperimental atau quasi-eksperimental untuk mengukur dampak intervensi pada perilaku agresivitas verbal. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi faktor-faktor moderasi dan mediasi yang mempengaruhi hubungan antara regulasi emosi diri dan agresivitas verbal, seperti dukungan sosial, kualitas hubungan guru-siswa, dan karakteristik individu. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam terhadap pemahaman tentang strategi regulasi emosi diri dalam konteks agresivitas verbal di kalangan remaja.

Read online
File size187.59 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test