UISUUISU

Jurnal Kedokteran Ibnu NafisJurnal Kedokteran Ibnu Nafis

Perbuatan yang tak jarang ditemukan dan dapat mengancam nyawa di era modern ini adalah cyberbullying. Hal ini dikarenakan tekanan yang didapatkan dari tindakan cyberbullying yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dengan dirinya. Seseorang yang mengalami cyberbullying cenderung tidak percaya diri sehingga mudah sekali untuk terprovokasi oleh hal negatif salah satunya dengan melakukan Nonsuicidal self injury. Metode yang dipilih untuk penelitian ini adalah systematic literature review dengan menggunakan PRISMA sebagai alat untuk panduan penilaian artikel. Jumlah artikel akhir yang sesuai dengan kriteria inklusi sejumlah 8 artikel. Pada hasil tinjauan sistematis yang telah dilakukan bahwa semua penelitian tersebut menyatakan terdapat korelasi positif antara cyberbullying atau cybervictimization dengan NSSI. Hal ini sejalan dengan dampak yang dipaparkan pada beberapa penelitian bahwa faktor penyebab paling sering orang melakukan NSSI adalah disebabkan karena adanya perilaku dan tekanan dari cyberbullying atau cybervictimization. Penelitian lain juga mendukung dan dibuktikan bahwa terdapat korelasi positif antara cyberbullying dengan NSSI pada remaja.

Cyberbullying harus menjadi perhatian khusus bagi masyarakat.Bukan hanya sebagai sesuatu yang dihindari akan tetapi juga harus ada penanggulangan terhadap hal terkait.Menjadikan perilaku ini sebagai bahaya besar bagi masyarakat terutama kalangan remaja yang cenderung mudah untuk terbawa arus serta rendah dalam pengontrolan emosi.Ketika hal ini dapat teratasi maka dampak yang akan muncul juga tidak akan terjadi.Hal yang paling ditakutkan dari dampak buruk cyberbullying adalah melakukan NSSI.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor spesifik yang membuat seseorang rentan terhadap NSSI akibat cyberbullying, seperti karakteristik individu (misalnya, tingkat harga diri, mekanisme koping) dan konteks sosial (misalnya, dukungan teman sebaya, peran keluarga). Selain itu, penting untuk meneliti efektivitas berbagai intervensi pencegahan cyberbullying yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja, termasuk program pendidikan di sekolah, pelatihan keterampilan sosial, dan kampanye kesadaran publik. Penelitian di masa depan juga dapat berfokus pada pengembangan model prediktif yang dapat mengidentifikasi remaja yang berisiko tinggi mengalami NSSI akibat cyberbullying, sehingga intervensi dapat diberikan secara dini dan tepat sasaran. Terakhir, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif korban cyberbullying dan NSSI, serta bagaimana mereka mengatasi tantangan yang dihadapi, sehingga dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam untuk pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Read online
File size221.54 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test