IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO

Jurnal LedaleroJurnal Ledalero

Fenomena dualisme dalam praktik iman di antara umat Katolik yang beralih dari agama Marapu adalah tantangan nyata yang dihadapi Gereja Katolik di Sumba. Dualisme ini terlihat dalam penggunaan simultan ritus Katolik dan Marapu dalam religiositas populer umat Katolik Sumbanese. Baik imam Katolik maupun pemimpin ritual Marapu diminta oleh masyarakat untuk melakukan ritual untuk kepentingan mereka. Kedua jenis pemimpin ritual ini dianggap sebagai mediator komunikasi antara manusia dan dunia supranatural. Praktik ini mengungkapkan pertemuan mendalam antara Katolik dan agama etnis Sumbanese mengenai bentuk, arah, dan sarana komunikasi antara manusia dan makhluk supranatural. Penelitian lapangan di Weepangali, Sumba Barat Daya, dari Januari hingga Agustus 2013, mengungkapkan konsep dan pemahaman baru tentang mediasi, yaitu campuran antara konsep Katolik dan Marapu. Beberapa figur supranatural dalam agama Marapu disamakan dengan yang ada dalam devosi Katolik. Pemahaman baru ini tidak diakui secara formal dan institusional baik oleh hierarki Marapu maupun Katolik, tetapi ditemukan secara informal dan spontan dalam pengalaman religius umat Katolik Sumbanese. Fenomena ini menunjukkan pengaruh timbal balik yang kuat antara pengalaman Katolik dan Marapu setelah pertemuan yang berkepanjangan dan berkelanjutan.

Pertemuan antara Marapu dan Katolik telah menciptakan integrasi lambat laun dari lapisan religiositas asli Sumba ke dalam Gereja Katolik.Hal ini perlu ditangani dengan benar agar terjadi transformasi timbal balik.Kepercayaan Marapu tidak harus identik dengan keterbelakangan, ketertinggalan, dan ketertutupan terhadap pengaruh luar.Memang, sesuai dengan sifat dasar agama kosmik, agama Marapu cenderung tertutup dan mengikuti pola adat yang baku yang telah berlangsung selama ini.Namun, di zaman yang berubah, jika nilai-nilai kepercayaan Marapu ingin dipertahankan, diperlukan keterbukaan dan penyesuaian diri dengan pandangan-pandangan baru.Dalam hal ini, diperlukan keberanian untuk menafsirkan tradisi secara baru.Tradisi pada dasarnya adalah hasil daya cipta manusia, sehingga perlu diarahkan secara kreatif agar dapat berpadu secara harmonis dengan tuntutan zaman.Sebaliknya, jika Gereja Katolik ingin menanamkan akarnya secara kuat dalam budaya Sumba, nilai-nilai kepercayaan Marapu perlu diterima, diangkat, dan diintegrasikan ke dalam iman Katolik.Perpaduan spontan yang diamati dalam penelitian ini mengindikasikan kemungkinan ini.Gereja dalam pastoralnya perlu memberi kebebasan pada umat untuk mengekspresikan budaya dan religiositas asli mereka.Misalnya, untuk melaksanakan adat dan ritual Marapu yang dituntut oleh persekutuan dalam suku, umat Katolik perlu bebas secara batin, tidak merasa telah mengkhianati iman Katoliknya.Dengan kebebasan batin seperti itu, mereka tidak perlu cuti sementara dari aktivitas sebagai orang Katolik ketika hendak mengadakan upacara adat Marapu.Demikian pula, umat Katolik tidak perlu hanya berdiri di belakang ketika anggota suku yang menganut Marapu mengadakan ritual Marapu.Dalam perjalanan waktu, religiositas Marapu dibiarkan terintegrasi secara baik ke dalam iman Katolik.Dengan demikian, Gereja Katolik diperkaya sekaligus menemukan wajahnya yang khas di Sumba.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam tentang konsep mediasi yang dipahami dan dihayati oleh umat Katolik dalam konteks kepercayaan Marapu. Konsep mediasi ini penting untuk memahami pengalaman religius umat Katolik di Sumba. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang pengaruh timbal balik antara ajaran Katolik dan kepercayaan Marapu, khususnya dalam hal figur-figur ilahi dan mediasi dalam menjangkau yang ilahi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang integrasi nilai-nilai kepercayaan Marapu ke dalam iman Katolik, dan bagaimana hal ini dapat memperkaya Gereja Katolik sekaligus menemukan wajahnya yang khas di Sumba.

Read online
File size302.93 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test