IJBLEIJBLE
International Journal of Business, Law, and EducationInternational Journal of Business, Law, and EducationPenelitian ini menganalisis kesenjangan antara pengakuan normatif dan pelaksanaan operasional pengadilan restorative justice dalam menangani kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan Indonesia. Studi ini menyoroti tiga isu utama: posisi hukum restorative justice, penerapannya dalam kasus SMAN 1 Cimarga, dan kebutuhan rekonstruksi normatif agar tercipta kepastian hukum dan perlindungan anak. Dengan menggunakan pendekatan hukum normatif yang meliputi analisis peraturan, kasus, konseptual, dan komparatif, penelitian ini menemukan bahwa meski restorative justice didukung oleh Undang‑Undang Nomor 11 Tahun 2012 dan Undang‑Undang Nomor 35 Tahun 2014, pelaksanaannya masih lemah. Hambatan kelembagaan mencakup regulasi terfragmentasi, kurangnya prosedur jelas, dan otoritas yang ambigu. Kasus Cimarga mencerminkan pendekatan retributif dominan yang mengabaikan dialog dan pemulihan korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan rekonstruksi melalui regulasi terintegrasi, mekanisme berbasis sekolah, dan akuntabilitas kelembagaan yang lebih kuat, termasuk revisi regulasi, pembentukan unit restorative di sekolah, dan koordinasi lintas lembaga yang ditingkatkan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa restorative justice memiliki legitimasi normatif yang kuat namun masih lemah dalam pelaksanaan operasional di sektor pendidikan.Terdapat kesenjangan struktural antara sistem peradilan anak, hukum perlindungan anak, dan regulasi pendidikan yang menghasilkan kerangka hukum terfragmentasi dan aplikasi yang tidak konsisten.Praktik penanganan kasus di sekolah, termasuk pada kasus SMAN 1 Cimarga, masih berorientasi pada pendekatan retributif yang menekankan hukuman atas pemulihan.Ketiadaan prosedur operasional yang jelas, mekanisme kelembagaan, dan otoritas yang terdefinisi mempersulit pemanfaatan restorative justice sebagai sistem terintegrasi dalam tata kelola pendidikan.Oleh karena itu, rekonstruksi normatif menjadi penting untuk mengubah restorative justice menjadi kerangka kerja operasional yang menyeimbangkan kepastian hukum, akuntabilitas kelembagaan, dan kepentingan terbaik anak.
Pertama, dilakukan penyelidikan empiris di berbagai tingkat pendidikan untuk mengidentifikasi faktor kebijakan apa saja yang memengaruhi efektivitas unit restorative justice di sekolah, sehingga dapat diproduksi panduan kebijakan kontekstual yang komprehensif. Kedua, diadakannya uji coba berbasis proyek sambil mengukur dampak jangka panjang dari mekanisme restorative justice terhadap kesejahteraan korban, pelaku, dan komunitas sekolah, sehingga data empiris dapat memperkuat argumen reformasi hukum. Ketiga, dirancang studi lintas negara yang membandingkan pengalaman Indonesia dengan sistem serupa di negara-negara berkembang, sehingga dapat dipetik praktik terbaik dan diterapkan dalam kerangka harmonisasi regulasi nasional.
| File size | 419.54 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UNPERUNPER Strategi pemasaran melalui Tiktok Live yang diterapkan oleh Byme Hijab Store terbukti efektif dalam menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan.meskipunStrategi pemasaran melalui Tiktok Live yang diterapkan oleh Byme Hijab Store terbukti efektif dalam menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan.meskipun
IJBLEIJBLE Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kualitas penelitian siswa di MAN Insan Cendekia Lombok Timur berada secara mayoritas pada kategori moderat danPenelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kualitas penelitian siswa di MAN Insan Cendekia Lombok Timur berada secara mayoritas pada kategori moderat dan
IJBLEIJBLE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian yang dimediasi oleh Electronic Word of Mouth (E‑WOM)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian yang dimediasi oleh Electronic Word of Mouth (E‑WOM)
IJBLEIJBLE Perkembangan ini menandai pembatasan yudisial terhadap kepailitan sebagai resort terakhir dan menyediakan landasan normatif bagi reformasi hukum kepailitanPerkembangan ini menandai pembatasan yudisial terhadap kepailitan sebagai resort terakhir dan menyediakan landasan normatif bagi reformasi hukum kepailitan
KOMPETIFKOMPETIF This research emphasizes the importance of creating a supportive work environment and improving human resource quality to support the achievement of companyThis research emphasizes the importance of creating a supportive work environment and improving human resource quality to support the achievement of company
UNPERUNPER Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi pengaruh ukuran, profitabilitas, dan dividen per saham terhadap pengembalian saham perusahaan. UntukSelain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi pengaruh ukuran, profitabilitas, dan dividen per saham terhadap pengembalian saham perusahaan. Untuk
UNPERUNPER Data diperoleh melalui tiga metode utama: wawancara, penyebaran kuesioner, dan telaah pustaka, guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai persepsiData diperoleh melalui tiga metode utama: wawancara, penyebaran kuesioner, dan telaah pustaka, guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai persepsi
UNTARUNTAR Faktor-faktor seperti beban kerja yang tinggi, tugas administratif, dan jam kerja yang panjang juga menjadi salah satu faktor terjadinya rasa burnout padaFaktor-faktor seperti beban kerja yang tinggi, tugas administratif, dan jam kerja yang panjang juga menjadi salah satu faktor terjadinya rasa burnout pada
Useful /
IJBLEIJBLE Kewirausahaan, yang merupakan seni mengelola manusia dan sumber daya, telah berkembang secara proporsional di Nigeria seiring dengan perkembangan teknikKewirausahaan, yang merupakan seni mengelola manusia dan sumber daya, telah berkembang secara proporsional di Nigeria seiring dengan perkembangan teknik
KOMPETIFKOMPETIF Instrumen kuesioner diuji validitasnya (Semua item valid, Sig. 0,70) sehingga layak digunakan. Uji asumsi klasik menunjukkan residual terdistribusi normal,Instrumen kuesioner diuji validitasnya (Semua item valid, Sig. 0,70) sehingga layak digunakan. Uji asumsi klasik menunjukkan residual terdistribusi normal,
KOMPETIFKOMPETIF Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang ditujukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang ditujukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian
UMAUMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku waria, faktor-faktor penyebab munculnya perilaku waria, motif remaja yang melakukan perilaku waria,Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku waria, faktor-faktor penyebab munculnya perilaku waria, motif remaja yang melakukan perilaku waria,