UNISMAUNISMA
Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)Kesehatan sering diabaikan dalam proses menuju pernikahan, hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya peraturan mengenai hal tersebut baik dalam UU Perkawinan maupun KHI, selain itu pemeriksaan kesehatan tidak disebutkan sebagai salah satu persyaratan untuk menikah dalam fikih klasik. Beberapa wilayah tidak hanya mewajibkan untuk mengikuti tes kesehatan, tetapi juga mengikuti penyuluhan kesehatan reproduksi, dalam rangka untuk membingkai sebuah keluarga harmonis dan menghasilkan keturunan yang berkualitas dan terhindar dari penyakit menular seksual. Tulisan ini mengeksplorasi terkait aspek positif dan negatif terhadap kewajiban mengikuti penyuluhan kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif, jenis penelitian library research dengan pendekatan filosofis dan medis, teori maqāṣid asy-syarīah sebagai pisau analisisnya. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa, penyuluhan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin lebih banyak aspek positifnya dengan selaras pada ragam maqāṣid asy-syarīah yakni membantu calon pengantin dalam mengambil keputusan dan mewujudkan hak reproduksi secara bertanggung jawab, mendeteksi dini adanya penyakit menular pada calon pasangan seperti diabetes, kanker, dan HIV/AIDS. Sedangkan aspek negatif ialah kompleksitas pengurusan pendaftaran nikah, timbulnya efek psikis dan sosial akibat hasil pemeriksaan, serta penyuluhan ini memengaruhi kesehatan mental pada sebagian calon pengantin.
Penyuluhan kesehatan reproduksi merupakan kelanjutan program tes kesehatan pranikah yang bertujuan edukasi dan pemahaman calon pengantin tentang kesehatan reproduksi.Program ini mendukung tercapainya tujuan ḥifẓ an‑nasl melalui pencegahan penyakit dan penyediaan hak reproduksi.Namun program juga menimbulkan kompleksitas administrasi dan efek psikologis pada beberapa calon pengantin.
Pertama, lakukan penelitian longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap kesehatan mental pasangan dan keberlangsungan keluarga, memantau indikasi stres dan kepuasan pernikahan selama 5‑tahun setelah pernikahan. Kedua, evaluasi biaya‑manfaat dari program penyuluhan dan premarital check‑up secara komparatif antara daerah dengan dan tanpa program; hal ini akan memperjelas efisiensi penggunaan sumber daya kesehatan masyarakat. Ketiga, ulitmu kajian kualitatif mendalam tentang faktor budaya dan gender yang memengaruhi penerimaan penyuluhan, mengidentifikasi hambatan psikologis dan sosial sehingga program dapat disesuaikan agar lebih inklusif dan sensitif terhadap nilai-nilai lokal.
| File size | 1.02 MB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang lebih kuat serta mengembangkan intervensi dengan mengombinasikan leaflet dan media edukasiPenelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain yang lebih kuat serta mengembangkan intervensi dengan mengombinasikan leaflet dan media edukasi
JQWHJQWH Latar belakang: Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dapat memengaruhi sikap remaja tentang seks pranikah yang menciptakan risikoLatar belakang: Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dapat memengaruhi sikap remaja tentang seks pranikah yang menciptakan risiko
JQWHJQWH Diharapkan adanya penggalakan program sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan penyebarluasan informasi kesehatan utamanya kesehatanDiharapkan adanya penggalakan program sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan penyebarluasan informasi kesehatan utamanya kesehatan
JQWHJQWH Oleh karena itu, perlu bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuanOleh karena itu, perlu bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan
JQWHJQWH Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner tentang pijat oksitosin yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai koefisien Cronbachs alphaInstrumen penelitian terdiri dari kuesioner tentang pijat oksitosin yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai koefisien Cronbachs alpha
JQWHJQWH Pengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak perlu ditingkatkan pada seorang ibu, khususnya ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun karena padaPengetahuan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak perlu ditingkatkan pada seorang ibu, khususnya ibu yang mempunyai anak usia 0-2 tahun karena pada
JQWHJQWH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengeluaran ASI ibu postpartum dan mencari informasi mengenai faktor-faktorPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi pengeluaran ASI ibu postpartum dan mencari informasi mengenai faktor-faktor
JQWHJQWH Metode yang digunakan dengan studi literatur bersumber dari database scopus, dan Google Scholar,yang diterbitkan dari tahun 2017 hingga 2020, dan secaraMetode yang digunakan dengan studi literatur bersumber dari database scopus, dan Google Scholar,yang diterbitkan dari tahun 2017 hingga 2020, dan secara
Useful /
UMSUUMSU Penerapan gamifikasi melalui platform Baamboozle dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dengan model 4D secara teoretis mampu meningkatkan motivasiPenerapan gamifikasi melalui platform Baamboozle dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dengan model 4D secara teoretis mampu meningkatkan motivasi
UMSUUMSU This research uses a Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA protocol to identify and synthesize 19 relevant studies from a total ofThis research uses a Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA protocol to identify and synthesize 19 relevant studies from a total of
SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA (2) Guru menunjukkan kompetensi dalam mengelola pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan Ethnomathematics. (3) Ada tantangan dalam mengelola pembelajaran(2) Guru menunjukkan kompetensi dalam mengelola pembelajaran matematika yang terintegrasi dengan Ethnomathematics. (3) Ada tantangan dalam mengelola pembelajaran
UNIMUSUNIMUS Kader Pembangunan Manusia (KPM) atau juga dikenal dengan adalah kader terpilih yang mempunyai kepedulian dan bersedia mendedikasikan diri untuk ikut berperanKader Pembangunan Manusia (KPM) atau juga dikenal dengan adalah kader terpilih yang mempunyai kepedulian dan bersedia mendedikasikan diri untuk ikut berperan