JIMF BIJIMF BI

Journal of Islamic Monetary Economics and FinanceJournal of Islamic Monetary Economics and Finance

Zakat merupakan salah satu prinsip utama dalam ekonomi Islam yang memiliki dua fungsi utama: sebagai sarana ibadah bagi pemberi zakat dan sebagai manfaat kolektif bagi penerima zakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi konsep zakat berdasarkan ayat Sūrah al‑Tawbah: 103 serta implikasi sosial dan ekonomi dari zakat melalui metode tafsir. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan analisis konten yang menggabungkan tafsir bi al‑rayi dan tafsir bi al‑mathūr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat harus dipahami sebagai sistem wajib yang dikelola secara pusat oleh pemerintah, di mana Baznas dapat berperan sebagai lembaga pelaksana. Dua implikasi utama zakat yang diidentifikasi dari ayat tersebut adalah (1) pembersihan dan penyucian jiwa para pemberi zakat yang mendorong keadilan sosial, dan (2) pertumbuhan dan kemuliaan harta yang meningkatkan produktivitas ekonomi, baik secara mikro (peningkatan pendapatan penerima) maupun makro (peningkatan investasi dan pengurangan kemiskinan). Secara keseluruhan, zakat dapat menyeimbangkan distribusi kekayaan, mendorong konsumsi, meningkatkan supply, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta menurunkan tingkat kemiskinan.

Berdasarkan analisis, zakat bersifat wajib dan sebaiknya dikelola oleh pemerintah agar dapat mencapai fungsi sosial dan ekonomi secara optimal.Secara sosial, zakat menciptakan keseimbangan kehidupan masyarakat dengan menghasilkan rasa aman, damai, dan harmoni.Secara ekonomi, zakat meningkatkan daya beli, produktivitas, investasi, dan mengurangi kemiskinan, sehingga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mempertimbangkan (1) bagaimana model digitalisasi zakat dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi distribusi dana zakat bagi penerima yang terisolasi secara geografis; (2) faktor-faktor apa saja yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap integrasi zakat dalam kebijakan fiskal publik di Indonesia, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi partisipasi wajib zakat; serta (3) apakah penerapan zakat produktif secara terstruktur dapat secara signifikan menurunkan tingkat kemiskinan di wilayah pedesaan, dan indikator apa yang paling mencerminkan keberhasilannya.

Read online
File size2.63 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test