UMMATUMMAT

Jurnal Agrotek UmmatJurnal Agrotek Ummat

Padi merupakan komoditi pangan strategis yang perlu dijaga stabilitas produksinya. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi agronomi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit fenotipe padi sawah lokal di Sumatera Barat. Percobaan dilaksanakan di dua lokasi, Tolatang Kamang dan Ampek Angkek, Agam, menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga blok dan lima fenotipe (Kusuik Putiah, Kuriak Kusuik, Kuriak Putiah, Ampek Bulan Putiah, Cantik Manis). Variabel agronomi (tinggi tanaman, anakan produktif, panjang malai, umur berbunga, panen) dan ketahanan terhadap wereng batang coklat serta penyakit hawar daun bakteri diobservasi. Hasil menunjukkan Kusuik Putih memiliki bobot gabah kering mencapai 6,95 t ha⁻¹ namun rentan terhadap hawar daun bakteri, sementara Kuriak Putiah, Cantik Manis, Ampek Bulan Putiah, dan Kuriak Kusuik menunjukkan bobot gabah kering lebih rendah (4,95–5,92 t ha⁻¹) dengan ketahanan sedang terhadap wereng batang coklat dan hawar daun bakteri.

Kusuik Putiah memiliki agronomi tergolong tinggi dengan anakan produktif banyak, malai panjang, dan bobot gabah kering tinggi (6,95 t ha⁻¹).Ketahanan terhadap wereng batang coklat pada semua fenotipe berada pada kategori rentan atau agak rentan, sementara Kusuik Putiah dan Ampek Bulan Putiah sedikit lebih tahan pada biotipe 2.Pada penyakit hawar daun bakteri, kebanyakan fenotipe termasuk dalam kategori tahan pada stadium bibit, namun pada stadium generatif hanya Kusuik Putih yang agak rentan, menjadikan fenotipe ini potensial sebagai calon varietas unggul baru meskipun masih perlu perbaikan ketahanan penyakit.

Berbagai upaya pengembangan varietas unggul dapat diarahkan pada perbaikan ketahanan penyakit hawar daun bakteri dengan mengkaji peran faktor genetik dan mekanisme antibiosis pada fenotipe Kusuik Putiah dan Kuriak Putiah; studi berikutnya dapat meneliti penggabungan gen resistensi melalui cross-breeding atau teknik bioteknologi seperti CRISPR untuk meningkatkan tingkat ketahanan secara permanen. Selain itu, perlu dilakukan penelitian di jangka panjang dan luas, menguji performa fenotipe tersebut pada berbagai sub‑klimat dan kondisi tanah di Sumatera Barat untuk menilai adaptabilitas dan konsistensi hasil, serta menilai potensi somatisasi perbedaan produktivitas antara fase vegetatif dan generatif. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran mikroba tanah dan mikrofontrik yang berkolaborasi dengan sumbu fenotipe, memanfaatkan teknik sistem biologi molekuler dan metabolomik guna mengidentifikasi biomarker yang menunjang peningkatan produktivitas dan ketahanan terhadap hama serta penyakit yang berlainan tipe dalam lingkungan lokal.

  1. Evaluation of Various Local Rice Genotypes in the Mandailing Natal Province of North Sumatra. evaluation... doi.org/10.22161/ijeab/3.6.37Evaluation of Various Local Rice Genotypes in the Mandailing Natal Province of North Sumatra evaluation doi 10 22161 ijeab 3 6 37
Read online
File size1.03 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test