UNDWIUNDWI

WIDYAACCARYAWIDYAACCARYA

Mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di berbagai wilayah Indonesia sering kali menghadapi tantangan sosial dan budaya, seperti diskriminasi, stereotip negatif, dan kesulitan beradaptasi. Namun, situasi yang berbeda terlihat di Banda Aceh, mahasiswa Papua mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana model interaksi antara mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh terbentuk dan kontribusinya dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan 10 mahasiswa Papua dan 10 masyarakat Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh diawali oleh rasa senasib dan nilai keislaman yang kuat sehingga membentuk model interaksi sosial asosiatif, melalui kerja sama dalam kegiatan sosial budaya, akomodasi terhadap perbedaan agama dan kebiasaan, akulturasi melalui pertukaran budaya Aceh dan Papua, dan asimilasi dalam penyesuaian perilaku. Interaksi berlangsung harmonis dan minim konflik. Interaksi ini membentuk nilai keadaban warga negara, seperti sikap saling menghargai, partisipasi aktif, kemampuan mengelola perbedaan secara damai, serta kepedulian sosial.

Interaksi mahasiswa Papua dengan masyarakat Banda Aceh dimulai dari rasa kebersehubungan dan nilai keislaman yang kuat, membentuk model asosiatif yang meliputi kerja sama, akomodasi, akulturasi, dan asimilasi.Proses ini menghasilkan interaksi harmonis dengan konflik minimal, yang berkontribusi pada pembentukan keadaban warga negara melalui sikap saling menghargai, partisipasi aktif, pengelolaan perbedaan damai, dan kepedulian sosial.Penelitian ini menyoroti pentingnya faktor sejarah, nilai bersama, dan keterbukaan budaya dalam membangun inklusivitas sosial.

Salah satu saran penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi pengaruh interaksi asosiatif ini terhadap perkembangan identitas sosial mahasiswa Papua di daerah lain selain Banda Aceh, sehingga dapat dibandingkan dinamika adaptasi antar wilayah. Penelitian berikutnya dapat meneliti dampak jangka panjang interaksi ini terhadap partisipasi politik dan kerja sosial mahasiswa Papua di komunitas setempat, untuk menilai kontribusi mereka terhadap pembangunan berkelanjutan. Terakhir, studi serupa dapat dilaksanakan dengan menambah perspektif berbasis data kuantitatif, seperti survei kepuasan sosial dan tingkat integrasi, guna memperkuat validitas temuan kualitatif dan menghasilkan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih komprehensif.

  1. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan. studi fenomenologi pengalaman penyesuaian mahasiswa papua surabaya... journal.unesa.ac.id/index.php/jptt/article/view/1359Jurnal Psikologi Teori dan Terapan studi fenomenologi pengalaman penyesuaian mahasiswa papua surabaya journal unesa ac index php jptt article view 1359
  2. KONSELING LINTAS BUDAYA DAN AGAMA: SUATU UPAYA PENANGANAN DISKRIMINASI TERHADAP MAHASISWA PAPUA | Husna... doi.org/10.31602/jmbkan.v9i2.10469KONSELING LINTAS BUDAYA DAN AGAMA SUATU UPAYA PENANGANAN DISKRIMINASI TERHADAP MAHASISWA PAPUA Husna doi 10 31602 jmbkan v9i2 10469
  3. Papuan Student Communication Ethics in Aceh: An Intercultural Communication Analysis | Proceedings of... proceeding.unram.ac.id/index.php/iccs/article/view/100Papuan Student Communication Ethics in Aceh An Intercultural Communication Analysis Proceedings of proceeding unram ac index php iccs article view 100
Read online
File size269.11 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test