STIE AASSTIE AAS

International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR)International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR)

Transformasi ekonomi digital di Indonesia telah memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan melalui pengembangan fintech, perbankan digital, dan sistem pembayaran elektronik. Namun, peningkatan akses ini belum diimbangi dengan kemampuan yang memadai dalam memahami dan mengelola risiko keuangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi literasi keuangan digital (DFL) di Indonesia, tantangan yang menghambat inklusi keuangan digital, serta strategi untuk memperkuat kebijakan DFL. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis analisis literatur dan dokumen, penelitian ini menggunakan data dari Otoritas Jasa Keuangan dan Badan Pusat Statistik (SNLIK 2024–2025), Bank Indonesia, AFTECH, serta literatur dari OECD, Bank Dunia, dan IMF. Temuan menunjukkan bahwa meskipun inklusi keuangan telah mencapai 80,51%, tingkat DFL masih relatif rendah (sekitar 54–56%), menciptakan kesenjangan antara akses digital dan kapabilitas keuangan. Faktor sosial dan perilaku, ditambah dengan koordinasi antarlembaga yang lemah, memperparah risiko penipuan daring dan mengikis kepercayaan publik. Oleh karena itu, peningkatan DFL memerlukan kebijakan lintas institusi, integrasi literasi digital ke dalam strategi inklusi keuangan nasional, serta program pendidikan keuangan berbasis masyarakat. Peningkatan DFL sangat penting untuk membangun ekosistem keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkeadilan, yang mendukung ekonomi digital berdaulat Indonesia.

Transformasi ekonomi digital di Indonesia telah memperluas akses ke layanan keuangan, namun belum diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola risiko keuangan digital.Tingkat literasi keuangan digital (DFL) masih rendah, sekitar 54–56%, sementara inklusi keuangan mencapai 80,51%, menciptakan kondisi inklusi rentan.Untuk membangun ekosistem keuangan digital yang aman dan inklusif, DFL harus diperkuat melalui kebijakan lintas lembaga, integrasi dengan strategi inklusi nasional, dan pemberdayaan masyarakat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas program literasi keuangan digital berbasis komunitas di daerah pedesaan, dengan fokus pada kelompok rentan seperti perempuan dan pelaku UMKM, untuk menilai bagaimana pendekatan lokal dapat meningkatkan pemahaman risiko dan kepercayaan terhadap layanan keuangan digital. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh desain antarmuka aplikasi fintech terhadap perilaku keuangan pengguna muda, khususnya terkait kecenderungan konsumsi impulsif dan investasi spekulatif, guna merancang solusi berbasis teknologi yang mendorong pengambilan keputusan keuangan yang lebih bijak. Ketiga, diperlukan studi komprehensif mengenai integrasi sistem e-KYC dengan literasi keuangan digital bagi populasi yang tidak memiliki identitas formal, untuk menilai bagaimana kombinasi pendekatan teknologi dan edukasi dapat memperluas akses tanpa mengorbankan keamanan atau kepercayaan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur digital.

  1. #brand awareness#brand awareness
  2. #financial performance#financial performance
Read online
File size759.71 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-37B
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test