UNPADUNPAD

MetahumanioraMetahumaniora

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat Sedulur Sikep mempertahankan pakaian tradisionalnya sebagai bagian dari upaya pemertahanan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka dan observasi visual dengan metode analisis data deskriptif interpretatif. Teori representasi Stuart Hall digunakan untuk memahami bagaimana makna identitas budaya dibentuk dan disampaikan melalui simbol-simbol pakaian, sedangkan konsep budaya sebagai sistem makna Clifford Geertz digunakan untuk mengungkap bagaimana praktik berbusana komunitas Sedulur Sikep sebagai bagian dari konstruksi nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, konsep cultural maintenance dari Berry digunakan untuk menjelaskan bagaimana komunitas mempertahankan nilai dan praktik budaya berpakaian adat sebagai bentuk kontinuitas identitas di tengah tekanan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat Sedulur Sikep tidak hanya berfungsi sebagai penanda identitas secara visual, tetapi juga mengandung makna filosofis yang berkaitan dengan kesederhanaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap leluhur. Upaya pemertahanan pakaian adat Samin yang dilakukan oleh masyarakat Samin yaitu dengan mengenakannya dalam acara-acara penting seperti pertemuan masyarakat, pernikahan, dan kegiatan budaya lainnya. Upaya pemertahanan juga dilakukan melalui transmisi nilai kepada generasi muda serta melalui kebijakan pemerintah daerah yang mendukung penggunaan simbol-simbol budaya lokal di ruang-ruang formal.

Strategi dalam mempertahankan budaya lokal pada komunitas Sedulur Sikep dapat dilihat dari cara mereka mempertahankan simbol-simbol budaya, terutama pakaian adat.Pakaian adat Samin bukan hanya sekedar pakaian, tetapi juga merupakan cerminan nilai-nilai penting dalam kehidupan mereka, seperti kesederhanaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap ajaran leluhur.Selain itu, pakaian ini juga berfungsi sebagai bentuk penolakan terhadap pengaruh budaya luar yang dapat menggeser nilai-nilai asli komunitas.Upaya mempertahankan eksistensi pakaian adat ini dilakukan secara konsisten oleh komunitas Sedulur Sikep, dengan tetap mengenakannya dalam acara-acara penting, mengajarkannya kepada anak-anak, menjadikannya sebagai bagian dari identitas Samin yang terus dipertahankan, serta menciptakan dan mengembangkan motif-motif batik lokal seperti Obor Sewu sebagai ekspresi identitas budaya mereka.Motif tersebut menjadi bentuk kreativitas kultural yang memperkuat ciri khas visual masyarakat Samin.Sementara itu, pemerintah daerah juga berperan aktif dengan menerapkan kebijakan yang mendorong penggunaan simbol-simbol budaya Samin, seperti motif batik dan udeng yang khas, baik di lingkungan pemerintahan maupun dalam acara-acara kebudayaan.Langkah ini memperkuat posisi budaya Sedulur Sikep sebagai bagian penting dari identitas kultural Bojonegoro yang harus terus dipertahankan.Dengan demikian, pemertahanan pakaian adat Samin tidak hanya dilakukan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terus dilakukan dengan penuh kesadaran.Hal ini menunjukkan bahwa budaya tradisional tetap dapat hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman, jika terdapat upaya bersama untuk menjaga dan memaknai nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lapangan dengan pendekatan etnografi untuk memahami lebih dalam konstruksi identitas budaya Sedulur Sikep dalam konteks perubahan sosial yang lebih luas. Selain itu, penelitian dapat fokus pada bagaimana pakaian adat Samin berfungsi sebagai simbol identitas dan nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari komunitas Sedulur Sikep. Penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung penggunaan simbol-simbol budaya lokal dapat memperkuat identitas kultural Bojonegoro dan mendorong pemertahanan budaya Sedulur Sikep. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam pemahaman tentang resistensi budaya lokal terhadap arus globalisasi serta peran simbol-simbol budaya dalam menjaga keberlanjutan identitas suatu komunitas adat.

  1. PAKAIAN TRADISIONAL SEDULUR SIKEP DI BOJONEGORO SEBAGAI MEDIUM PEMERTAHANAN BUDAYA DI TENGAH ARUS MODERNISASI... jurnal.fib.unpad.ac.id/index.php/metahumaniora/article/view/63872PAKAIAN TRADISIONAL SEDULUR SIKEP DI BOJONEGORO SEBAGAI MEDIUM PEMERTAHANAN BUDAYA DI TENGAH ARUS MODERNISASI jurnal fib unpad ac index php metahumaniora article view 63872
Read online
File size472.72 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test