JELEJELE

Journal of English Language and EducationJournal of English Language and Education

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara self-efficacy dan kemampuan berbicara di kalangan siswa Sekolah Menengah Pertama. Berbicara adalah keterampilan bahasa yang penting dalam belajar bahasa Inggris; bagaimanapun, banyak siswa masih menghadapi kesulitan, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti self-efficacy. Studi ini dilakukan menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain korelasi. Peserta penelitian adalah 20 siswa kelas tujuh. Data dikumpulkan menggunakan Childrens Self-Efficacy in Learning English Questionnaire (C-SELEQ) untuk mengukur self-efficacy dan Public Speaking Test Rubric (PSCR) untuk menilai kemampuan berbicara, termasuk aspek kelancaran, pengucapan, kosa kata, dan tata bahasa. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment setelah asumsi normalitas terpenuhi. Hasil menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = -0.363 dengan nilai signifikansi p = 0.115. Hal ini menunjukkan korelasi negatif antara kedua variabel, yang tidak signifikan secara statistik. Oleh karena itu, kesimpulan menunjukkan bahwa self-efficacy tidak menjadi penentu yang cukup valid untuk kemampuan berbicara siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-efficacy bukanlah faktor utama yang mempengaruhi kemampuan berbicara.

Penelitian ini menyelidiki korelasi antara self-efficacy dan kemampuan berbicara di kalangan siswa Sekolah Menengah Pertama.Hasil menunjukkan bahwa korelasi antara kedua variabel tidak signifikan secara statistik (r = -0.Meskipun self-efficacy dianggap sebagai faktor penting yang mempengaruhi prestasi akademik, temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy mungkin tidak menentukan langsung kemampuan berbicara siswa dalam konteks ini.Arah korelasi negatif, meskipun tidak signifikan, menunjukkan kecenderungan bahwa self-efficacy yang lebih tinggi terkait dengan kinerja berbicara yang lebih rendah, yang mungkin dijelaskan oleh perbedaan dalam persepsi diri dan kesadaran evaluatif siswa.Temuan ini mengimplikasikan bahwa kemampuan berbicara dipengaruhi oleh berbagai faktor selain konstruk psikologis seperti self-efficacy, termasuk kompetensi linguistik, pengalaman belajar, dan variabel afektif seperti kecemasan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kemampuan berbicara, seperti lingkungan belajar, strategi pengajaran, frekuensi latihan berbicara, dan faktor afektif seperti kecemasan bahasa. Selain itu, penelitian dengan sampel yang lebih besar dan variabel tambahan dapat membantu menangkap interaksi kompleks antara faktor psikologis dan linguistik yang mempengaruhi kemampuan berbicara. Studi longitudinal juga dapat dilakukan untuk menyelidiki perkembangan self-efficacy dan kemampuan berbicara siswa dalam jangka panjang. Akhirnya, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi diri dan kesadaran evaluatif siswa, serta bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan antara self-efficacy dan kinerja berbicara.

  1. :: The Journal of AsiaTEFL ::. journal asiatefl site map current issue past issues information editorial... doi.org/10.18823/asiatefl.2022.19.1.3.35The Journal of AsiaTEFL journal asiatefl site map current issue past issues information editorial doi 10 18823 asiatefl 2022 19 1 3 35
Read online
File size400.99 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test