STP IPISTP IPI

Sapa: Jurnal Kateketik dan PastoralSapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral

Gereja dan budaya tidak bisa dipisahkan. Gereja dapat semakin mengakar dan bertumbuh dalam budaya. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara gereja dan budaya dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, gereja pada masa awal masih menyatu dengan budaya. Bagian kedua terjadi saat gereja memisahkan diri dari budaya. Gereja tidak bersentuhan dengan kebudayaan. Bagian ketiga merupakan masa dimana gereja kembali membangun hubungan dengan budaya. Namun, dalam perjalanannya, gereja belum sepenuhnya menerima dan menggali makna dari budaya. Gereja seringkali mengabaikan dan bahkan mau menghilangkan suatu kebudayaan. Tujuan penulisan ini ialah menggali teologi kontekstual dalam berbagai budaya. Metode penelitian yang digunakan ialah kajian pustaka. Hasil penelitian ialah Kristus dapat ditemukan dalam budaya Jawa, Sumba, Timor, dan Toraja. Masing-masing budaya mempunyai penyebutan untuk memperkenalkan Yesus Kristus. Menurut budaya Jawa, Kristus dihubungkan dengan tokoh Semar. Dalam budaya Sumba, Kristus dianalogikan sebagai Marapu sejati. Panggilan suku Timor untuk Yesus Kristus ialah Nai Maromak. Sedangkan dalam budaya Toraja, Kristus disebut sebagai Tomanurun dan alang. Kesimpulan penelitian teologi kontekstual sudah dilaksanakan dalam beberapa budaya di Indonesia.

Gereja khususnya dalam budaya Sumba dan Toraja sudah mencoba mempraktekkan teologi kontekstual.Bentuk teologi kontekstual yang dilakukan ialah teologi inkulturasi dengan memperkenalkan Kristus dalam budaya masing-masing.Yesus Kristus diperkenalkan sesuai dengan budaya yang dianut.Yesus Kristus dipekerkenalkan sesuai dengan kepercayaan Marapu yaitu sebagai Marapu sejati.Dalam budaya Toraja, Yesus Kristus diperkenalkan sebagai Tomanurun dan alang.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif tentang bagaimana Kristus diwujudkan dalam berbagai budaya di Indonesia. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana Kristus dihubungkan dengan berbagai simbol, tokoh, dan konsep dalam budaya-budaya tersebut. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana Kristus dapat menjadi jembatan penghubung antara iman Kristen dengan budaya lokal, dan bagaimana iman Kristen dapat diwujudkan dalam praktik-praktik budaya yang ada. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana Gereja dapat lebih terbuka dan inklusif dalam menerima dan menghargai budaya-budaya lokal, serta bagaimana Gereja dapat menggunakan budaya-budaya tersebut sebagai sarana untuk mewartakan Injil dengan lebih efektif.

  1. STUDI PERBANDINGAN TENTANG KESELAMATAN DALAM KEPERCAYAAN MARAPU DENGAN IMAN KRISTEN | JURNAL LUXNOS.... doi.org/10.47304/jl.v6i2.56STUDI PERBANDINGAN TENTANG KESELAMATAN DALAM KEPERCAYAAN MARAPU DENGAN IMAN KRISTEN JURNAL LUXNOS doi 10 47304 jl v6i2 56
  2. Penciptaan dalam Perspektif Sumba: Suatu Upaya Berteologi Ekologi Kontekstual | GEMA TEOLOGIKA: Jurnal... journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/428Penciptaan dalam Perspektif Sumba Suatu Upaya Berteologi Ekologi Kontekstual GEMA TEOLOGIKA Jurnal journal theo ukdw ac index php gemateologika article view 428
Read online
File size468.63 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test