LEMBAGA KITALEMBAGA KITA

International Journal of Management Science and Information TechnologyInternational Journal of Management Science and Information Technology

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh dukungan supervisi, pemberdayaan, dan stres kerja terhadap komitmen kerja dan keterlibatan kerja melalui komitmen kerja sebagai variabel perantara. Studi empiris dilakukan pada staf ekspor-impor di perusahaan di KBN Cakung Jakarta menggunakan kuesioner. Keunikan penelitian ini adalah bahwa ini adalah penelitian pertama yang dilakukan pada staf ekspor-impor di KBN, dan hasilnya akan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dan masyarakat. Studi ini adalah studi deskriptif dengan populasi 143 staf karyawan di perusahaan KBN Cakung Jakarta. Sampel yang dipilih adalah 100 karyawan yang diperoleh melalui teknik sampling cluster, sampling strata, dan sampling acak proporsional. Metode analisis adalah analisis jalur yang diproses menggunakan model persamaan struktural (SEM). Hasil studi ini menunjukkan bahwa nilai koefisien dukungan supervisi sebesar 0,226 dan nilai koefisien pemberdayaan sebesar 0,570 memiliki pengaruh positif secara langsung terhadap keterlibatan kerja. Begitu pula dengan pengaruh positif dan langsung antara nilai koefisien dukungan supervisi sebesar 0,254 dan nilai koefisien pemberdayaan sebesar 0,428 terhadap komitmen kerja, sedangkan variabel stres kerja dengan nilai koefisien -0,569 memiliki pengaruh negatif secara langsung terhadap komitmen kerja dan variabel stres kerja dengan nilai koefisien -0,440 memiliki pengaruh negatif secara langsung terhadap keterlibatan kerja. Efek tidak langsung dukungan supervisi dengan nilai koefisien 0,155 dan pemberdayaan dengan nilai koefisien 0,153 terhadap variabel keterlibatan kerja melalui komitmen kerja memiliki pengaruh positif. Begitu pula dengan efek tidak langsung stres kerja dengan nilai koefisien -0,145 terhadap keterlibatan kerja melalui komitmen kerja memiliki pengaruh negatif. Berdasarkan hasil studi ini, dapat diperoleh bahwa variabel dukungan supervisi, pemberdayaan, dan stres kerja memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap komitmen kerja dan memiliki dampak pada keterlibatan kerja karyawan di bagian staf ekspor-impor.

Berdasarkan hasil analisis jalur, diperoleh bahwa dukungan supervisi memiliki dampak langsung pada komitmen organisasi dan keterlibatan kerja, hasil ini diharapkan sehingga pemimpin harus lebih fokus pada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung, terutama berfokus pada dukungan supervisi.Dalam organisasi dan operasional perusahaan, perlu ditingkatkan kondisi dukungan supervisi dengan merumuskan dan memberikan solusi yang lebih efektif jika ada indikasi penurunan komitmen kerja dan keterlibatan kerja di perusahaan.Selanjutnya, pemberdayaan memiliki hasil yang signifikan sehingga perlu dikembangkan dan memberdayakan karyawan agar mampu dan bersedia bekerja sesuai dengan kemampuan mereka.Stres kerja secara langsung memiliki dampak signifikan dan negatif terhadap komitmen kerja dan keterlibatan kerja sehingga harus menjadi prioritas dalam penanganannya agar dapat meningkatkan kompetensi dan keahlian karyawan tanpa beban stres kerja.Berdasarkan hasil studi ini, dapat diperoleh bahwa variabel dukungan supervisi, pemberdayaan, dan stres kerja memiliki pengaruh signifikan secara langsung terhadap komitmen kerja dan memiliki dampak pada keterlibatan kerja karyawan di bagian staf ekspor-impor.Dan memiliki dampak tidak langsung antara dukungan supervisi dan pemberdayaan terhadap keterlibatan kerja melalui komitmen kerja, sedangkan stres kerja memiliki efek tidak langsung negatif terhadap keterlibatan kerja melalui komitmen kerja pada staf ekspor-impor perusahaan di KBN Cakung Jakarta.Studi ini menyimpulkan bahwa dukungan supervisi dan pemberdayaan karyawan memainkan peran signifikan dalam memperkuat komitmen organisasi dan keterlibatan kerja di antara staf ekspor-impor, sedangkan stres kerja memiliki dampak negatif pada hasil tersebut.Temuan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan praktik supervisi yang efektif untuk mempertahankan sikap dan kinerja karyawan yang positif.Dari perspektif praktis, organisasi harus meningkatkan dukungan supervisi melalui komunikasi yang efektif, umpan balik teratur, dan pengakuan kontribusi karyawan.Selain itu, memberdayakan karyawan dengan memberikan otonomi yang lebih besar dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan terkait pekerjaan dapat memperkuat keterlibatan dan komitmen mereka.Organisasi juga harus menerapkan strategi untuk mengelola beban kerja dan mengurangi stres kerja untuk memastikan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.Intervensi ini dapat membantu organisasi menerjemahkan temuan studi menjadi perbaikan praktis dalam kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan dukungan supervisi: Organisasi dapat mendorong peningkatan dukungan supervisi dengan mengembangkan kompetensi kepemimpinan yang berfokus pada komunikasi interpersonal, memberikan umpan balik konstruktif, dan kemampuan untuk memberikan dukungan emosional dan instrumental kepada bawahan. Program pelatihan kepemimpinan untuk supervisor dapat dirancang untuk meningkatkan sensitivitas terhadap kebutuhan karyawan dan kemampuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.. . 2. Memberdayakan karyawan: Strategi pemberdayaan karyawan dapat diterapkan dengan memberikan partisipasi karyawan yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan terkait pekerjaan mereka. Hal ini dapat diwujudkan melalui melibatkan karyawan dalam diskusi tim, memberikan otonomi dalam menyelesaikan tugas, dan mengakui kontribusi dan ide inovatif karyawan.. . 3. Mengelola stres kerja: Organisasi juga perlu mengelola tingkat stres kerja melalui kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan, manajemen beban kerja yang lebih proporsional, dan menyediakan dukungan psikologis atau konseling untuk karyawan yang mengalami stres kerja. Upaya-upaya ini sangat penting untuk memastikan bahwa stres kerja tidak menghambat pengembangan komitmen kerja dan keterlibatan yang optimal.

  1. Perceived Organisational Support as a Mediator Between Green Organisational Culture and Organisational... journals.sagepub.com/doi/10.1177/21582440251357698Perceived Organisational Support as a Mediator Between Green Organisational Culture and Organisational journals sagepub doi 10 1177 21582440251357698
  2. Beyond the Demand-Control Model: Thriving on High Job Demands and Resources: Journal of Personnel Psychology:... econtent.hogrefe.com/doi/10.1027/1866-5888/a000006Beyond the Demand Control Model Thriving on High Job Demands and Resources Journal of Personnel Psychology econtent hogrefe doi 10 1027 1866 5888 a000006
Read online
File size308.04 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test