BIMABERILMUBIMABERILMU

Bima Abdi: Jurnal Pengabdian MasyarakatBima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya literasi digital dan kapasitas guru dalam mengintegrasikan kecerdasan artifisial (KA) ke dalam pembelajaran, meskipun kebijakan nasional telah mendorong implementasi koding dan KA di satuan pendidikan. Kondisi ini juga teridentifikasi pada Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kota Banjarbaru, di mana sebagian besar guru belum memiliki pengalaman pelatihan terkait KA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan guru dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis KA. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan siklus inkuiri yang meliputi tahap refleksi, perencanaan, implementasi, dan evaluasi, melalui kegiatan lokakarya, praktik terarah, penyusunan RPP berbasis KA, serta microteaching. Subjek kegiatan terdiri atas 32 guru, dengan pengukuran efektivitas menggunakan pretest–posttest, observasi, dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 50,94 menjadi 81,25, serta 100% peserta mengalami kenaikan minimal 20 poin. Produk yang dihasilkan meliputi empat RPP berbasis KA tervalidasi dan dua dokumen strategi implementasi KA di sekolah. Sebanyak 25 dari 32 guru mencapai kategori “baik terjadi peningkatan teknis penggunaan KA. Secara kualitatif, dalam keterampilan pemahaman etika KA dan perubahan sikap dari kebingungan menuju kesiapan implementasi pembelajaran inovatif. Dengan demikian, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas guru secara komprehensif.

Program pendampingan melalui siklus inkuiri berhasil meningkatkan kapasitas guru FGM Banjarbaru dalam pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial, terlihat dari peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesiapan merancang RPP berbasis KA.Luaran nyata seperti rencana pelajaran dan dokumen strategi menunjukkan kontribusi pada tingkat individu dan institusional.Namun, keberlanjutan implementasi, dampak pada hasil belajar siswa, dan literasi KA kritis masih perlu diperkuat melalui pendampingan berkelanjutan, integrasi mikro‑kurikulum, dan evaluasi longitudinal.

Dalam studi selanjutnya, dapat diteliti bagaimana model komunitas pembelajaran berbasis FGM dapat terus mendukung guru dalam mengadaptasi AI secara berkelanjutan, dengan menilai dinamika interaksi dan kepemimpinan sekolah; penelitian lain dapat memfokuskan pada integrasi micro‑kurikulum AI ke dalam silabus inti, mengevaluasi efektivitasnya melalui pelaksanaan kelas nyata dan hasil belajar siswa; serta saran tambahan adalah melakukan studi longitudinal untuk menilai dampak jangka panjang pendampingan pada perubahan praktik dan kebijakan sekolah, sehingga dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan dan skala implementasi di tingkat regional.

  1. The Significance of the Implicating Learning Quality by Differentiated Learning Method at Junior High... journal.univetbantara.ac.id/index.php/ijimm/article/view/4629The Significance of the Implicating Learning Quality by Differentiated Learning Method at Junior High journal univetbantara ac index php ijimm article view 4629
Read online
File size450.61 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test