UNIDAUNIDA

Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)

Zeolit telah banyak diteliti dalam pakan ternak karena kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi emisi amonia, serta zeolit nano menawarkan kapasitas adsorpsi yang lebih besar karena luas permukaannya yang lebih luas. Penelitian ini mengevaluasi efek suplementasi nano-zeolit terhadap amonia (NH₃), asam lemak volatile (VFA), rasio VFA/NH₃, dan pH selama fermentasi rumen secara in vitro. Desain blok acak faktorial (6 × 6) dengan empat ulangan digunakan. Waktu inkubasi (2, 4, 8, 12, 24, dan 48 jam) menjadi faktor pertama, dan enam perlakuan pakan menjadi faktor kedua: kontrol, konsentrat dengan suplementasi urea, nano-zeolit tidak aktif, nano-zeolit aktif, nano-zeolit tidak aktif yang diresapi urea, serta nano-zeolit aktif yang diresapi urea. Nano-zeolit, baik aktif maupun yang diresapi urea, tidak secara signifikan meningkatkan efisiensi fermentasi rumen berdasarkan parameter NH₃, VFA, maupun rasio VFA/NH₃. Semua perlakuan pakan berbasis nano-zeolit menunjukkan kinerja yang serupa dengan perlakuan kontrol dan yang hanya mengandung urea. Efisiensi fermentasi mencapai puncaknya pada jam ke-4 dan ke-8 inkubasi, menunjukkan bahwa nano-zeolit yang dikombinasikan dengan urea mendukung fermentasi yang stabil, khususnya pada tahap awal hingga pertengahan inkubasi.

Perlakuan pakan yang mengandung nano-zeolit, baik tidak aktif, aktif, maupun yang diresapi urea, memberikan efisiensi fermentasi rumen yang setara dengan pakan kontrol dan pakan yang hanya mengandung urea.Efisiensi fermentasi pakan tertinggi terjadi pada jam ke-4 dan ke-8 inkubasi.Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi nano-zeolit dan urea mampu menjaga efisiensi fermentasi rumen yang optimal serta mendukung proses fermentasi secara efektif pada tahap awal hingga pertengahan inkubasi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menyelidiki efek jangka panjang suplementasi nano-zeolit terhadap keseimbangan mikrobiota rumen dalam kondisi in vivo, agar dapat diketahui dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas ternak secara menyeluruh. Kedua, penting untuk mengevaluasi efisiensi fermentasi dan sintesis protein mikroba dengan variasi rasio urea terhadap nano-zeolit, untuk menentukan formulasi optimal yang dapat memaksimalkan pemanfaatan nitrogen dan energi fermentatif. Ketiga, diperlukan studi perbandingan antara nano-zeolit dan bahan adsorben lainnya, seperti bentonit nano atau karbon aktif nano, dalam konteks pelepasan nitrogen terkontrol dan stabilitas fermentasi rumen, guna mengidentifikasi alternatif terbaik bagi peningkatan efisiensi pakan.

  1. Effectiveness of Diets Incorporating Nano-Zeolite and Urea-Impregnated Nano-Zeolite on Fermentation Efficiency... doi.org/10.30997/ijar.v6i3.767Effectiveness of Diets Incorporating Nano Zeolite and Urea Impregnated Nano Zeolite on Fermentation Efficiency doi 10 30997 ijar v6i3 767
Read online
File size488.34 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test