UMPARUMPAR

Economos : Jurnal Ekonomi dan BisnisEconomos : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Kinerja pegawai merupakan faktor penentu penting dalam kualitas pelayanan publik, khususnya di lembaga pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (a) pengaruh penempatan kerja terhadap kinerja pegawai dan (b) pengaruh pengalaman kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangkep. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 47 pegawai negeri sipil yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data utama, dan data dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan statistik deskriptif, pengujian instrumen, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan kerja tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja pegawai, yang menunjukkan bahwa penempatan yang tepat saja tidak cukup untuk meningkatkan hasil. Sebaliknya, pengalaman kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan, yang menunjukkan bahwa pengetahuan dan keahlian praktis yang terakumulasi berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pegawai dalam pelayanan. Temuan ini menekankan pentingnya strategi organisasi yang memperkuat pengalaman pegawai melalui pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sektor publik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangkep, sedangkan pengalaman kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan.Temuan ini menekankan bahwa dalam konteks Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangkep, pengalaman kerja merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan penempatan kerja.Hal ini dapat dijelaskan oleh fakta bahwa pengalaman kerja merefleksikan akumulasi pengetahuan praktis dan keterampilan yang diterapkan langsung dalam pelaksanaan tugas, sedangkan penempatan kerja saja tidak secara otomatis meningkatkan kinerja tanpa dukungan tambahan seperti pelatihan, motivasi, dan lingkungan kerja yang kondusif.Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pemerintah daerah seharusnya lebih menekankan strategi pengembangan pengalaman pegawai melalui rotasi pekerjaan yang tepat, pelatihan berkelanjutan, dan kesempatan untuk menangani berbagai kasus pelayanan yang kompleks.Selain itu, perbaikan sistem penempatan kerja tetap penting, tetapi harus didukung oleh analisis pekerjaan yang komprehensif, perencanaan SDM yang terstruktur dengan baik, dan mekanisme rekrutmen berbasis kompetensi.Dengan kombinasi strategi ini, diharapkan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan kependudukan akan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pangkep.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemimpin lembaga fokus pada peningkatan inovasi pegawai dalam pekerjaan mereka. Dengan mendorong inovasi, pegawai dapat mengembangkan keterampilan dan meningkatkan efisiensi dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel tambahan selain yang telah diteliti dalam penelitian ini untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak dari pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan terhadap kinerja pegawai, serta pengaruh lingkungan kerja yang kondusif terhadap motivasi dan kinerja pegawai. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi lebih dalam memahami dinamika kinerja pegawai di lembaga pemerintahan dan memberikan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Read online
File size308.41 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test