UNSIMARUNSIMAR

Mosintuwu Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatMosintuwu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Di Kabupaten Poso, terdapat 7.133 pemilih potensial yang belum memiliki KTP-el meski telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal ini mengindikasikan adanya pemilih potensial yang belum memiliki KTP karena faktor lain sebelum Pemilu dan telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih pemula yang belum memiliki KTP-el. Di GPdI Parakletos, terdapat lebih dari 30 pemuda aktif, di mana sekitar 20 di antaranya adalah pemilih pemula, belum termasuk mereka yang belum aktif dalam Pelayanan Pemuda Pantekosta (PELPAP). Untuk mengantisipasi hal ini, sosialisasi mengenai pemilihan umum perlu diadakan. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 21 November 2023 di GPdI Parakletos setelah ibadah Pemuda dan Remaja, dengan peserta terdiri dari 20 pemuda/remaja dan 3 pengurus pemuda. Materi sosialisasi meliputi pengertian partisipasi, jenis partisipasi politik, pemilu dan manfaatnya, pentingnya pemilih pemula, mekanisme pemberian suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan lain-lain. Melalui sesi tanya jawab, pemahaman peserta tentang materi yang disampaikan diperkuat. Hasilnya, peserta menyadari pentingnya menggunakan hak suara dan tidak menjadi pemilih pasif atau golput, melainkan berpartisipasi dalam menentukan masa depan bangsa melalui Pemilihan Umum.

Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dengan diikuti oleh 20 pemuda dan 3 pengurus GPdI Parakletos.Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya peran pemilih pemula dalam menentukan masa depan bangsa, serta harapan agar pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar pada Pemilu 2024.Pre-test menunjukkan 63,25% pemahaman, dan post-test meningkat menjadi 87,75%.Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pemilih pemula di GPdI Parakletos dapat memahami pentingnya partisipasi dalam Pemilu dan tidak menjadi golongan putih.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya perluasan sosialisasi pemilu oleh penyelenggara pemilu hingga ke pemuda gereja, dengan bekerja sama dengan pihak gereja untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan hak suara secara berkala menjelang Pemilu dan Pilkada. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik pemilih pemula di lingkungan gereja, serta mengembangkan strategi sosialisasi yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik pemilih pemula. Terakhir, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak sosialisasi terhadap tingkat partisipasi pemilih pemula pada Pemilu mendatang, dengan melibatkan variabel-variabel seperti pengetahuan politik, motivasi berpartisipasi, dan akses informasi.

Read online
File size302.17 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test