APTISIAPTISI

Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT)

Proses demokratisasi di Asia menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam transisi kepemimpinan yang sering dimanfaatkan oleh elit politik untuk mempertahankan kekuasaan. Fenomena ini, yang dikenal sebagai pencurian demokrasi, terjadi ketika transisi yang seharusnya menguatkan demokrasi justru dimanipulasi untuk mengukuhkan autoritarianisme dan menekan oposisi politik. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap pencurian demokrasi, termasuk elit politik, pengaruh militer, institusi yang lemah, budaya politik lokal, kontrol media, dan tekanan internasional. Dengan menggunakan pendekatan perbandingan di seluruh Asia, penelitian ini menekankan bagaimana elemen-elemen tersebut saling berinteraksi, menyebabkan mundurnya demokrasi dan mengurangi kepercayaan publik terhadap tata kelola. Isu ini sepenuhnya berhubungan dengan SDGs 16: Damai, Kekuatan Hakim, dan Institusi yang Kuat, yang menekankan tata kelola yang terbuka, partisipasi politik, dan integritas institusi. Memastikan transisi kepemimpinan yang adil dan bertanggung jawab adalah penting untuk pembangunan yang berkelanjutan, stabilitas sosial, dan perlindungan nilai demokrasi di kawasan ini. Tanpa reformasi institusi dan kebiasaan kebangsaan yang aktif, demokrasi di Asia tetap rentan terhadap manipulasi oleh aktor yang tidak demokratis.

Penelitian ini membuktikan bahwa pencurian demokrasi selama transisi kepemimpinan di Asia merupakan hasil dari dinamika politik yang dalam, melibatkan elit, aktor militer, institusi yang lemah, dan pola budaya sosial yang menormalisasi praktik autoriter.Dengan analisis perbandingan di beberapa negara Asia, penelitian ini menunjukkan bahwa mundurnya demokrasi cenderung timbul ketika penegak kekuasaan secara strategis memanipulasi periode transisi untuk memperkuat dominasinya, seringkali dengan alasan mempertahankan stabilitas atau melindungi kepentingan nasional.Keputusan ini menghadirkan pengertian penting mengenai arus politik yang menyebabkan kerusakan dan cara mencegahnya.Penelitian ini juga menekankan pentingnya memperkuat integritas institusi, meningkatkan transparansi, dan mempromosikan partisipasi warga untuk melindungi demokrasi.

Setelah menerkaji latar belakang, metode, hasil, serta keterbatasan penelitian, kita dapat menyimpulkan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak media sosial dalam dinamika politik di kampanyeоваяasiastasi pemilu. Mengetahui bagaimana integrasi media sosial mempengaruhi partisipasi publik dalam memilih pemimpin adalah hal penting. Keduanya, penelitian harus mengefokuskan pada peranan institusi sivil dan organisasi masyarakat dalam menghadapi pencurian demokrasi. Menemukan strategi efektif untuk membangun pelindung hukum dan medan politik yang kuat di tengah tekanan politik elit bisa menjadi langkah penelitian mendatang. Peneliti juga perlu mempertimbangkan pengaruh tekanan internasional dalam pembentukan dan pelaksanaan sistem demokrasi di beberapa negara Asia. Meneliti dampak intervensi politik luar negeri pada stabilitas demokrasi domestik bisa memberikan wawasan baru bagi pengembangan strategi pelindung demokrasi.

  1. Hijacking Democracy in Asia Challenges for Socialpreneurship and Institutional Resilience | Aptisi Transactions... att.aptisi.or.id/index.php/att/article/view/555Hijacking Democracy in Asia Challenges for Socialpreneurship and Institutional Resilience Aptisi Transactions att aptisi index php att article view 555
  2. One moment, please.... moment please wait request verified doi.org/10.34306/attOne moment please moment please wait request verified doi 10 34306 att
  1. #negara asia#negara asia
  2. #ekonomi negara asia#ekonomi negara asia
Read online
File size806.2 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3qv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test