UTUUTU

International Conference of Public HealthInternational Conference of Public Health

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal. Remaja perempuan lebih rentan mengalami anemia dibandingkan laki‑laki karena mereka sedang memasuki masa pubertas dan pertumbuhan cepat memerlukan lebih banyak zat besi. Selain itu, pola makan yang tidak seimbang akibat kurangnya pengetahuan dapat mengurangi asupan protein dan hewani yang penting bagi pembentukan hemoglobin. Di Indonesia prevalensi anemia mencapai 21,7 % dan lebih tinggi pada wanita (23,9 %) dibandingkan pria (18,4 %). Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai stunting dan anemia melalui intervensi kesehatan berupa penyuluhan dan diskusi. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pre‑post test menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji t. Hasil menunjukkan peningkatan rata‑rata skor pengetahuan remaja tentang stunting dari 47 % menjadi 74 % dan tentang anemia dari 47 % menjadi 81 % dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan mencegah risiko anemia pada remaja yang berpotensi menjadi ibu hamil di masa depan.

Penyuluhan kesehatan berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan anemia, evident dari peningkatan skor pre‑post test.Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan memotivasi remaja untuk mengadopsi perilaku sehat guna mencegah anemia.Akumulasi pengetahuan ini penting untuk memutuskan faktor risiko anemia yang dapat mempengaruhi stunting pada generasi berikutnya.

Pertama, disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang penyuluhan ini dengan melacak perubahan pengetahuan dan status anemia pada remaja melalui studi longitudinal; kedua, perlu diteliti efektivitas kombinasi penyuluhan dengan distribusi suplemen zat besi dan edukasi nutrisi berbasis teknologi (mis. aplikasi mobile) untuk meningkatkan kepatuhan; ketiga, kajian komparatif antara model penyuluhan tatap muka dan virtual di sekolah-sekolah berbeda dapat membantu menentukan pendekatan yang paling efisien dan dapat diadopsi secara luas di wilayah dengan sumber daya terbatas.

  1. “EVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH... doi.org/10.37950/wpaj.v4i1.1344yEAyAoAyIAuEVALUASI KEBIJAKAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH doi 10 37950 wpaj v4i1 1344
  2. PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN DETEKSI ANEMIA PADA REMAJA MELALUI PERAN KARANG TARUNA DALAM UPAYA PENCEGAHAN... doi.org/10.31764/jmm.v7i3.14583PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN DETEKSI ANEMIA PADA REMAJA MELALUI PERAN KARANG TARUNA DALAM UPAYA PENCEGAHAN doi 10 31764 jmm v7i3 14583
Read online
File size174.11 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test