PRASETIYAMULYAPRASETIYAMULYA

Kajian Branding IndonesiaKajian Branding Indonesia

Starbucks, yang dikenal dengan variasi kopi, teh, dan makanan ringan dalam suasana nyaman, telah berkembang secara global, termasuk ke Indonesia pada 2002. Namun, pada 2023, perusahaan menghadapi penurunan nilai pasar karena isu dukungan terhadap Israel, memicu seruan boikot. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi dampak himbauan boikot terhadap Starbucks Indonesia dengan pendekatan teori cognitive-affective behavioral dan animosity. Metodologi penelitian adalah kuantitatif dengan 191 responden kuesioner, dianalisis menggunakan SPSS 29 dan AMOS 24. Dari penelitian ini, consumer animosity dan affective evaluation terbukti mempengaruhi boycott intention. Namun, cognitive judgment tidak signifikan pengaruhnya. Maka itu, penting bagi brand manager Starbucks untuk memantau dan merespons secara proaktif terhadap isu-isu global yang sensitif, terutama yang dapat memicu rasa animosity yang mungkin muncul.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa imbauan boikot terhadap Starbucks Indonesia, yang dikaitkan dengan konflik Israel-Palestina, memiliki implikasi penting terhadap niat konsumen untuk memboikot brand tersebut.Hasil menunjukkan bahwa, ketika konsumen merasakan animosity terhadap suatu merek, emosi negatif yang muncul secara langsung memengaruhi keinginan mereka untuk menghindari dan memboikot produk dari merek tersebut.Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa consumer animosity secara signifikan memengaruhi penilaian emosional (affective evaluation) konsumen yang, pada akhirnya, juga meningkatkan niat untuk memboikot Starbucks Indonesia.Brand manager Starbucks perlu mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas produknya, serta mempertimbangkan dan merespons dinamika emosi konsumen yang dipicu oleh isu-isu global yang kontroversial.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sampel dengan melibatkan konsumen dari berbagai merek kopi lainnya untuk membandingkan tingkat animosity dan pengaruhnya terhadap keputusan boikot. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam faktor-faktor etnosentrisme dan bagaimana faktor tersebut berinteraksi dengan animosity dalam memengaruhi perilaku konsumen. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran media sosial dan influencer dalam membentuk opini publik dan memicu gerakan boikot, serta bagaimana perusahaan dapat memanfaatkan platform tersebut untuk mengelola reputasi merek dan membangun kembali kepercayaan konsumen. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika boikot konsumen dan strategi yang efektif untuk merespons tantangan tersebut.

  1. Chapter 20: Country Equity and Product-Country Images: State-of-the-Art in Research and Implications... doi.org/10.4337/9781781950395.00032Chapter 20 Country Equity and Product Country Images State of the Art in Research and Implications doi 10 4337 9781781950395 00032
  2. Exploring consumer status and conspicuous consumption - O'Cass - 2004 - Journal of Consumer Behaviour... doi.org/10.1002/cb.155Exploring consumer status and conspicuous consumption OCass 2004 Journal of Consumer Behaviour doi 10 1002 cb 155
  3. A Typology of Animosity and its Cross-National Validation - Kwon Jung, Swee Hoon Ang, Siew Meng Leong,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0022022102238267A Typology of Animosity and its Cross National Validation Kwon Jung Swee Hoon Ang Siew Meng Leong journals sagepub doi 10 1177 0022022102238267
Read online
File size437.38 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test