GEMIGEMI

Tropical GeneticsTropical Genetics

Penelitian ini bertujuan menganalisis ekstraksi DNA pada serbuk tulang manusia menggunakan Kit Ekstraksi DNA Forensik PrepFiler® BTA. DNA diisolasi dari jaringan tulang kompak dan spongios yang terdekomposisi. Tulang direndam dalam NaOCl selama 5 menit, kemudian dicuci dengan air bebas nuklease, dihaluskan menjadi serbuk, dan diekstraksi menggunakan 220 µl lisis BTA, 7 µl Prot‑K, 3 µl DTT, serta 300 µl buffer lisis tambahan. Selanjutnya dilakukan homogenisasi, putaran sentrifugasi, dan pemurnian dengan partikel magnetik. Konsentrasi DNA diukur dengan spektrofotometer NanoVue™ (230–320 nm), sedangkan keberlimpahan dinilai dari rasio A260/A280. Hasil menunjukkan nilai keberlimpahan DNA pada ketiga sampel berkisar 1.71–2.08, yang dianggap baik. Konsentrasi DNA pada tulang kompak berkisar 11.9–14.2 ng/µL, sementara tulang spongios mencapai 59.0 ng/µL, cukup untuk analisis DNA forensik.. . Penelitian ini menunjukkan bahwa Kit PrepFiler® BTA efektif dalam memperoleh DNA berkualitas tinggi dari tulang manusia, terutama tulang spongios, dan dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas metode identifikasi DNA forensik.

Nilai keberlimpahan DNA pada ketiga sampel tulang kompak dan spongios berada pada tingkat kualitas baik.Konsentrasi DNA pada tulang kompak berkisar 11,9–14,2 ng/µL, sedangkan pada tulang spongios mencapai 59,0 ng/µL.Hasil ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi menggunakan PrepFiler® BTA efektif dan dapat diterapkan dalam analisis DNA forensik.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi apakah penggunaan enzim tambahan seperti proteinase K pada waktu inkubasi yang lebih singkat dapat meningkatkan yield DNA pada tulang kompak, serta menilai pengaruh retensi faktor penghambat PCR pada hasil amplifikasi. Selain itu, studi perbandingan antara metode ekstraksi tradisional phenol‑chloroform dan metode BTA pada tulang yang terdegradasi di bawah kondisi lingkungan ekstrem (misalnya suhu tinggi dan kelembapan tinggi) akan menambah pemahaman tentang kestabilan DNA. Terakhir, penerapan teknik Next-Generation Sequencing (NGS) pada DNA yang diekstraksi dari tulang spongios untuk mendapatkan profil genetik mendalam dapat dilanjutkan guna meningkatkan akurasi identifikasi bagi korban ikut peristiwa krisis kematian.

  1. Validation of BTA™ lysis buffer for DNA extraction from challenged forensic samples - Forensic... fsigeneticssup.com/retrieve/pii/S187517681100031XValidation of BTAE lysis buffer for DNA extraction from challenged forensic samples Forensic fsigeneticssup retrieve pii S187517681100031X
  2. Ancient DNA in anthropology: Methods, applications, and ethics - Kaestle - 2002 - American Journal of... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ajpa.10179Ancient DNA in anthropology Methods applications and ethics Kaestle 2002 American Journal of onlinelibrary wiley doi 10 1002 ajpa 10179
  3. Evaluation of DNA Extraction Methods from Waterlogged Bones: A Pilot Study, - Cartozzo - 2018 - Journal... doi.org/10.1111/1556-4029.13792Evaluation of DNA Extraction Methods from Waterlogged Bones A Pilot Study Cartozzo 2018 Journal doi 10 1111 1556 4029 13792
  4. Evaluation Of A Powder‐Free DNA Extraction Method For Skeletal Remains - Harrel - 2018 - Journal... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/1556-4029.13749Evaluation Of A PowderyAAAaFree DNA Extraction Method For Skeletal Remains Harrel 2018 Journal onlinelibrary wiley doi 10 1111 1556 4029 13749
Read online
File size699.46 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test