INASNACCINASNACC
Jurnal neuroanestesi indonesiaJurnal neuroanestesi indonesiaHerpes simplex viruses (HSV), including HSV-1 and HSV-2, are neurotropic viruses capable of establishing lifelong latency in sensory ganglia and reactivating under various triggers, including traumatic brain injury (TBI). TBI induces secondary injury cascades such as neuroinflammation, excitotoxicity, and blood-brain barrier disruption, which create a conducive environment for HSV reactivation. The reactivation of HSV after TBI, particularly HSV-1 and HSV-2, can lead to significant neurological consequences, including encephalitis, cognitive decline, and the development of neurodegenerative diseases like Alzheimers disease and Chronic Traumatic Encephalopathy. Current therapeutic approaches focus on antiviral agents like acyclovir and valacyclovir, which manage acute HSV infection but are less effective in preventing long-term neurological damage. Emerging research highlights the potential of anti-inflammatory and neuroprotective strategies to complement antiviral therapies, aiming to reduce the neuronal damage caused by viral reactivation and inflammation. However, gaps remain in understanding the precise mechanisms linking TBI-induced neuroinflammation to HSV reactivation and its long-term impact on neurological health. This review synthesizes the current literature on the pathophysiology of HSV reactivation following TBI, and their contributions to acute and chronic neurological outcomes.
In conclusion, the reactivation of HSV following TBI presents significant challenges in both acute and chronic neurological outcomes.Neuroinflammation and immune dysregulation, which are exacerbated by TBI, play crucial roles in facilitating HSV reactivation and subsequent neurodegenerative processes such as AD and CTE.Although emerging research points to the potential of novel therapies including immunomodulatory treatments and vaccines targeting HSV latency, several gaps of the precise mechanisms linking TBI to HSV reactivation remains undiscovered.Further research is essential to uncover these mechanisms and develop effective treatments to mitigate both the acute and long-term neurological consequences of HSV reactivation after TBI.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengurai mekanisme pasti yang menghubungkan cedera otak traumatis (TBI) dengan reaktivasi virus herpes simpleks (HSV), terutama dalam konteks disfungsi kekebalan tubuh. Sebagai contoh, studi prospektif yang melibatkan pemantauan biomarker inflamasi dan viral load pada pasien TBI dapat membantu mengidentifikasi jendela waktu optimal untuk intervensi antivirus dan neuroprotektif. Selain itu, penelitian yang berfokus pada pengembangan vaksin yang secara khusus menargetkan pencegahan infeksi HSV atau mengurangi kemampuannya untuk memasuki keadaan laten akan sangat berharga. Terakhir, eksplorasi terapi yang ditargetkan pada reservoir viral laten, seperti ganglion trigeminal, dapat membantu menghilangkan virus atau mencegah reaktivasi setelah trauma, membuka jalan bagi strategi pengobatan yang lebih efektif dan personal.
- Simultaneous VZV and HSV-1 Reactivation after Minor Head Injury | European Journal of Case Reports in... ejcrim.com/index.php/EJCRIM/article/view/1746Simultaneous VZV and HSV 1 Reactivation after Minor Head Injury European Journal of Case Reports in ejcrim index php EJCRIM article view 1746
- Association of APOE Genotypes and Chronic Traumatic Encephalopathy | Neurogenetics | JAMA Neurology |... doi.org/10.1001/jamaneurol.2022.1634Association of APOE Genotypes and Chronic Traumatic Encephalopathy Neurogenetics JAMA Neurology doi 10 1001 jamaneurol 2022 1634
- Repetitive injury induces phenotypes associated with Alzheimer’s disease by reactivating HSV-1... doi.org/10.1126/scisignal.ado6430Repetitive injury induces phenotypes associated with AlzheimerAos disease by reactivating HSV 1 doi 10 1126 scisignal ado6430
| File size | 217.82 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Salah satu komplikasi dari cedera otak yang parah adalah diabetes insipidus. Tidak ada data pasti tentang kejadian diabetes insipidus pada pasien denganSalah satu komplikasi dari cedera otak yang parah adalah diabetes insipidus. Tidak ada data pasti tentang kejadian diabetes insipidus pada pasien dengan
INASNACCINASNACC For 3 days, there were 4 groups of male Wistar strain rats (Rattus norvegicus) subjects, consisting of three treatment groups (pegagan extract doses ofFor 3 days, there were 4 groups of male Wistar strain rats (Rattus norvegicus) subjects, consisting of three treatment groups (pegagan extract doses of
UNMUNM Penelitian ini dilakukan di SMP Madania Parung, Bogor yang merupakan sekolah inklusi. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwaPenelitian ini dilakukan di SMP Madania Parung, Bogor yang merupakan sekolah inklusi. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini, dapat disimpulkan bahwa
UNMUNM Modul ini divalidasi dengan skor rata‑rata 94% (materi) dan 96,25% (media), menunjukkan tingkat validitas yang tinggi. Selain itu, kepraktisan modulModul ini divalidasi dengan skor rata‑rata 94% (materi) dan 96,25% (media), menunjukkan tingkat validitas yang tinggi. Selain itu, kepraktisan modul
UNMUNM Hasil menunjukkan bahwa secara umum tingkat perencanaan karier siswa berada pada kategori cukup baik (rerata = 4,00 dari skala 1–5), dengan skor tertinggiHasil menunjukkan bahwa secara umum tingkat perencanaan karier siswa berada pada kategori cukup baik (rerata = 4,00 dari skala 1–5), dengan skor tertinggi
UNMUNM Data dikumpulkan menggunakan instrumen keterampilan komunikasi interpersonal yang dikembangkan oleh DeVito dan pengolahan data menggunakan analisis pemodelanData dikumpulkan menggunakan instrumen keterampilan komunikasi interpersonal yang dikembangkan oleh DeVito dan pengolahan data menggunakan analisis pemodelan
INASNACCINASNACC Rapid Sequence Intubation (RSI) dilakukan, selama prosedur pasien diberikan ketamin dosis 1 mg/kg, lidokain 1,5 mg/kg, dan rokuronium pada 1 mg/kg. ResusitasiRapid Sequence Intubation (RSI) dilakukan, selama prosedur pasien diberikan ketamin dosis 1 mg/kg, lidokain 1,5 mg/kg, dan rokuronium pada 1 mg/kg. Resusitasi
INASNACCINASNACC Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran cistern basal sebagai prediktor prognosis dalam kasus cedera kepala. Berdasarkan hasilOleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran cistern basal sebagai prediktor prognosis dalam kasus cedera kepala. Berdasarkan hasil
Useful /
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Kondisi ini berdampak pada rendahnya tingkat keselamatan pasien dan masih banyaknya praktik penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuanKondisi ini berdampak pada rendahnya tingkat keselamatan pasien dan masih banyaknya praktik penggunaan obat yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Data dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kombinasi bahan pengisi menghasilkan tabletData dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kombinasi bahan pengisi menghasilkan tablet
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab utama jerawat, sehingga diperlukan sediaan topikal yang efektif untuk menghambat pertumbuhannya.Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab utama jerawat, sehingga diperlukan sediaan topikal yang efektif untuk menghambat pertumbuhannya.
LITPAMLITPAM Penggunaan bahasa kasar oleh watak berstatus tinggi berfungsi sebagai alat untuk menegaskan dominasi dan merendahkan mereka yang kurang beruntung. TemuanPenggunaan bahasa kasar oleh watak berstatus tinggi berfungsi sebagai alat untuk menegaskan dominasi dan merendahkan mereka yang kurang beruntung. Temuan