UGMUGM

Majalah Obat TradisionalMajalah Obat Tradisional

Infeksi jamur merupakan masalah kronis pada manusia dan kadang menjadi berbahaya bagi individu imunokompromis. Penelitian ini bertujuan menyelidiki potensi fenotamin dari Annona muricata (sour sop) sebagai agen antifungis terhadap target reseptor sterol 14α‑demetilase Candida albicans menggunakan pendekatan Desain Obat Berbasis Komputer (CADD) dengan standar vorikonazole dan flukonazole. Metode modern pendocking molekuler dan kimia komputasi digunakan untuk menyaring 131 fenotamin dengan sifat medis dari Annona muricata terhadap target sterol 14α‑demetilase Candida albicans, target penting bagi sebagian besar obat antifungis, menuju pengembangan agen antifungis baru dan pendekatan baru untuk pengobatan pasien infeksi jamur. Semua senyawa diuji melalui analisis ADMET, kesesuaian obat, bioaktivitas, oral bioavailabilitas, dan PASS. Hasil simulasi docking dan analisis kimia komputasi menunjukkan bahwa muricin M (-7,9 kcal/mol), asam klorogenik (-8,2 kcal/mol), roseosida (-8,5 kcal/mol), dan asam caffeoyl quinic (-8,1 kcal/mol) adalah kandidat obat potensial yang memiliki ikatan afinitas, profil ADMET, kesesuaian obat, bioaktivitas, dan interaksi dengan reseptor target yang unggul. Oleh karena itu, muricin M, asam klorogenik, roseosida, dan asam caffeoyl quinic disarankan untuk analisis lebih lanjut menuju pengembangan obat antifungis.

Muricin M, asam klorogenik, roseosida, dan asam caffeoyl‑quinic menunjukkan afinitas pengikatan dan profil ADMET yang unggul bila dibandingkan dengan vorikonazole dan flukonazole.Semua senyawa ini memperoleh skor docking negatif yang lebih baik dan memiliki interaksi dengan residu aktif sterol 14α‑demetilase, menandakan potensi sebagai inhibitor.Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi modifikasi struktural pada senyawa ini untuk meningkatkan potensi, farmakokinetik, dan mengurangi toksisitas dalam uji pre‑klinis.

Pertama, mengkaji sinergi antara muricin M dan asam klorogenik melalui uji in vitro melibatkan kultur Candida albicans untuk menilai apakah kombinasi ini dapat meningkatkan aktivitas antifungis dibandingkan setiap senyawa secara terpisah. Kedua, melakukan studi farmakokinetik pada hewan kecil guna mengevaluasi distribusi, metabolisme, dan eliminasi muricin M, roseosida, dan asam caffeoyl‑quinic secara real time, sehingga mendapatkan data ADMET yang lebih akurat untuk perencanaan dosis klinis. Ketiga, menerapkan teknologi protein‑protein docking antara sterol 14α‑demetilase Candida albicans dan ligan terpilih untuk memahami dinamika interaksi selama siklus konformasi enzim, yang dapat membuka jalur desain ligand yang lebih spesifik dengan afinitas yang lebih tinggi serta potensi resistensi yang lebih rendah.

  1. Antifungal Activities of Phytochemicals from Annona muricate (Sour Sop): Molecular Docking and Chemoinformatics... journal.ugm.ac.id/TradMedJ/article/view/77380Antifungal Activities of Phytochemicals from Annona muricate Sour Sop Molecular Docking and Chemoinformatics journal ugm ac TradMedJ article view 77380
Read online
File size618.83 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test