UGMUGM

PCD JournalPCD Journal

Studi ini berakar pada ketidakpuasan mendalam terhadap penelitian yang mencemarkan aktivitas politis kiai sebagai oportunis. Dengan dasar empiris, artikel ini memeriksa aktivitas politis kiai selama konflik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), berharap menunjukkan bahwa aktivitas politis kiai tidak oportunistik. Teori praktik sosial Bourdieu, dengan kerangka konseptualnya (habitus, field, dan modal), dipinjam untuk memeriksa aktivitas politis kiai. Artikel ini mempresentasikan penelitian kualitatif dengan pendekatan emik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menemukan bahwa aktivitas politis kiai selama konflik internal PKB tidak oportunistik tetapi merupakan praktik sosial, unik dalam representasi dialektik antara modal simbolik kiai dalam PKB dan penerapan habitus pesantren serta nilai Islam Ahlusunnah wal jamaah (Aswaja). Politik, sebagaimana dilihat oleh kiai, merupakan alat untuk mewujudkan kebenaran dan keadilan (Iqomatul Haq wal adl). Mereka berusaha menciptakan keseimbangan dengan menerapkan habitus pesantren dalam kehidupan politik untuk memastikan bahwa PKB terus mengikuti nilai-nilai Aswaja Islam. Kiai, yang sebelumnya mendukung Gus Dur dalam konflik internal PKB pertama, menjadi kritis dan bergeser dukungannya ke Alwi Shihab selama konflik internal PKB pertama, memberikan nasihat kepada Gus Dur untuk mengendalikan ego, memposisikan dirinya dengan tepat, dan menjaga konsistensi dalam ucapan serta tindakan selama memimpin dan mengelola PKB.

Penelitian ini mengidentifikasi perubahan dalam aktivitas politis kiai keh yang sebelumnya mendukung Gus Dur, namun menjadi kritis dan bergeser dukungannya ke Alwi Shihab tidak disebabkan oleh oportunisme yang terorientasi pada kekuasaan, melainkan merupakan praktik sosial ala kiai yang menegaskan nilai Aswaja Islam.Aktivitas politis kiai muncul sebagai hasil dialektika antara strategi kreatif kiai dan penggunaan modal simbolik mereka dalam PKB, serta penerapan habitus pesantren yang menempatkan politik sebagai alat untuk mempromosikan kebenaran dan keadilan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji secara komprehensif persepsi anggota PKB dan publik terhadap pergeseran dukungan kiai selama konflik internal, untuk menilai dampak jangka panjang pada legitimasi politik dan kebijakan partai. Selanjutnya, studi dapat membandingkan peran kiai sebagai aktor politik dalam partai keagamaan lain di Indonesia, guna memahami dinamika serupa dan perbedaan konteks. Terakhir, penelitian dapat meneliti bagaimana nilai Aswaja Islam diimplementasikan dalam kebijakan partai melalui perspektif praktis, guna mengukur efektivitas nilai keagamaan dalam mempengaruhi keputusan politik.

Read online
File size233.62 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test