IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

This research aims to explore and analyze how identity, cult, and charisma are formed within the context of dawah on social media, specifically through the Instagram account @halimahalaydrus. By employing a netnographic approach, the study observes the interactions, content, and community dynamics developed on this social media platform. This method enables researchers to gain an in-depth understanding of the phenomenon of dawah by analyzing the texts, images, and comments associated with the account. The results reveal that Ustadzah Halimah Alaydrus identity on social media is shaped not only by her characteristics but also by the digital communication strategies she employs. Through consistent content, strong spiritual narratives, and direct engagement with her followers, Ustadzah Halimah successfully builds an image as an assertive and inspiring spiritual leader. The formation of a cult occurs not only through direct teachings but also through the active involvement of her followers on Instagram, which strengthens the bonds within the digital community. Moreover, Ustadzah Halimahs charisma is recognized and reinforced by her followers, aligning with Webers definition, where charisma stems not only from her personal qualities but also from the acceptance of her followers. Ustadzah Halimahs charisma was not solely derived from herself, but was co-constructed by the community that formed a cult around her. Ismail Fajrie Alatas emphasizes that authority is not merely position or power, but the ability to build temporal relationships, connecting past values with the current context, and creating a community that can internalize these values (Cultivating Community). Dawah through the Instagram account @halimahalaydrus illustrates how identity, cult, and charisma evolve in the digital age, highlighting significant changes in the construction and maintenance of religious authority.

Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas digital Ustadzah Halimah Alaydrus dibentuk melalui strategi komunikasi yang konsisten di Instagram, yang memperkuat citranya sebagai pemimpin spiritual yang tegas dan inspiratif.Pembentukan kultus di antara pengikutnya tidak hanya terjadi melalui ajaran langsung, tetapi juga melalui keterlibatan aktif mereka di Instagram, yang mempererat ikatan komunitas digital.Karisma Ustadzah Halimah tidak hanya berasal dari kualitas pribadinya, tetapi juga dibangun bersama oleh pengikutnya, sejalan dengan definisi Weber tentang karisma sebagai hasil pengakuan dan penerimaan dari pengikut.

Berdasarkan analisis terhadap judul, abstrak, dan kesimpulan, serta mempertimbangkan bagian latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan metode campuran, seperti wawancara mendalam dengan para pengikut, untuk memahami motivasi dan demografi mereka secara lebih komprehensif. Kedua, studi komparatif antara Ustadzah Halimah Alaydrus dengan tokoh agama perempuan lainnya, atau bahkan dengan tokoh agama laki-laki, dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang dinamika otoritas agama di era digital. Ketiga, penelitian perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pembentukan kultus di media sosial terhadap praktik keagamaan dan sosial para pengikutnya, termasuk bagaimana hal itu memengaruhi pandangan mereka tentang otoritas agama tradisional. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang bagaimana agama beradaptasi dan berkembang di era digital, serta bagaimana identitas, kultus, dan karisma dibentuk dan dinegosiasikan dalam ruang siber.

  1. Gender dan Stereotipe: Konstruksi Realitas dalam Media Sosial Instagram | Rosyidah | Share : Social Work... jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/19691Gender dan Stereotipe Konstruksi Realitas dalam Media Sosial Instagram Rosyidah Share Social Work jurnal unpad ac share article view 19691
  2. Identity and Leisure Time: Aspiration of Muslim Influencers on Instagram: Identitas dan Waktu Luang:... doi.org/10.21009/005.01.03Identity and Leisure Time Aspiration of Muslim Influencers on Instagram Identitas dan Waktu Luang doi 10 21009 005 01 03
Read online
File size623.6 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test