UNISMUHUNISMUH
Kolaborasi : Jurnal Administrasi PublikKolaborasi : Jurnal Administrasi PublikPeluang kerja bagi penyandang disabilitas (PWD) di sektor pariwisata Bali masih terbatas meskipun didukung oleh peraturan yang kondusif, menunjukkan adanya kesenjangan antara komitmen kebijakan dan implementasinya. Studi sebelumnya lebih berfokus pada hambatan deskriptif, sedangkan perhatian terhadap bagaimana mekanisme tata kelola membentuk hasil inklusi tenaga kerja masih terbatas. Studi ini menerapkan tata kelola inklusif dengan tiga dimensi-transparansi, partisipasi, dan kesetaraan-untuk memeriksa bagaimana mekanisme tata kelola mempengaruhi inklusi tenaga kerja. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan model analitis Miles dan Huberman, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan institusi pemerintah, LSM, dan PWD. Temuan mengungkapkan kesenjangan kebijakan-praktik yang terus berlangsung yang didorong oleh penegakan regulasi yang lemah, sistem informasi yang terfragmentasi, dan stigma tempat kerja yang tertanam. Dua temuan empiris utama muncul. Pertama, platform pekerjaan digital, khususnya DNetwork, meningkatkan transparansi dan memperbaiki pencocokan pekerjaan, sehingga memperluas akses ke peluang kerja bagi PWD. Kedua, tata kelola kolaboratif di antara lembaga pemerintah, LSM seperti PUSPADI Bali, dan sektor swasta berkontribusi pada peningkatan inklusi tenaga kerja, meskipun keberlanjutannya dibatasi oleh integrasi dan sumber daya yang terbatas. Studi ini berkontribusi pada literatur tata kelola dan administrasi publik dengan menunjukkan bagaimana integrasi digital dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan berfungsi sebagai mekanisme kausal yang memungkinkan tata kelola inklusif dalam praktik. Hasil ini menunjukkan bahwa tata kelola inklusif menjadi efektif ketika penegakan regulasi, integrasi digital, dan kolaborasi multi-pemangku kepentingan sejalan, menawarkan implikasi yang lebih luas untuk kebijakan tenaga kerja inklusif di konteks negara berkembang.
Temuan studi ini menunjukkan bahwa implementasi tata kelola inklusif secara holistik, melalui penguatan regulasi, pengembangan platform digital terintegrasi, dan partisipasi pemangku kepentingan yang ditingkatkan, memiliki potensi untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik, sehingga memperluas peluang kerja bagi penyandang disabilitas di sektor pariwisata Bali.Meskipun studi sebelumnya tentang disabilitas dan pariwisata di Bali telah memberikan wawasan deskriptif yang berharga tentang hambatan seperti stigma, aksesibilitas terbatas, dan kepatuhan regulasi yang rendah, mereka seringkali tetap terbatas pada analisis sektoral atau kasus.Studi-studi tersebut belum cukup memeriksa bagaimana mekanisme tata kelola-terutama interaksi antara institusi negara, aktor non-negara, dan sistem digital-memengaruhi hasil tenaga kerja bagi penyandang disabilitas (PWD).Akibatnya, pemahaman tentang bagaimana komitmen kebijakan diterjemahkan menjadi praktik inklusif dalam pengaturan tata kelola yang kompleks dan multi-aktor masih terbatas.Studi ini mengatasi kesenjangan ini dengan menempatkan masalah tenaga kerja penyandang disabilitas dalam perdebatan yang lebih luas tentang tata kelola dan administrasi publik, khususnya pergeseran dari pemerintahan hierarkis ke tata kelola inklusif dan kolaboratif.Daripada hanya memperlakukan eksklusi tenaga kerja sebagai masalah sosial atau sektoral, penelitian ini mengkonseptualisasikan sebagai masalah tata kelola yang melibatkan kegagalan koordinasi, penegakan institusional yang lemah, dan sistem informasi yang terfragmentasi.Dengan demikian, studi ini berkontribusi pada tubuh literatur yang semakin berkembang yang menekankan peran kolaborasi multi-pemangku kepentingan, mekanisme akuntabilitas, dan integrasi digital dalam meningkatkan hasil layanan publik.
Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan dan mengimplementasikan platform digital terintegrasi untuk pencocokan pekerjaan yang secara khusus ditujukan untuk penyandang disabilitas di sektor pariwisata Bali. Platform ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara pencari kerja dan pemberi kerja, meningkatkan transparansi, dan memfasilitasi akses ke informasi lowongan pekerjaan yang relevan. Selain itu, platform ini dapat dilengkapi dengan fitur-fitur aksesibilitas seperti pembaca layar dan antarmuka yang ramah bagi pengguna dengan gangguan penglihatan atau pendengaran.. . 2. Memperkuat kolaborasi multi-pemangku kepentingan antara pemerintah, LSM, dan sektor swasta dalam upaya meningkatkan inklusi tenaga kerja penyandang disabilitas. Kolaborasi ini dapat difasilitasi melalui pembentukan aliansi atau jaringan yang kuat antara berbagai pihak, dengan fokus pada pengembangan program-program pelatihan dan pemberdayaan yang komprehensif. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa kolaborasi ini berkelanjutan dan tidak bergantung pada pendanaan jangka pendek.. . 3. Mengembangkan dan menerapkan program-program pendidikan dan pelatihan yang ditujukan untuk mengubah stigma dan meningkatkan kesadaran tentang potensi penyandang disabilitas di sektor pariwisata. Program-program ini dapat mencakup pelatihan bagi pemberi kerja dan karyawan tentang inklusi dan aksesibilitas, serta program-program yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan penyandang disabilitas dalam industri pariwisata. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa program-program ini disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh penyandang disabilitas di Bali.
- Pursuing Inclusive Higher Education in Egypt and Beyond through the Convention on the Rights of Persons... cogitatiopress.com/socialinclusion/article/view/1709Pursuing Inclusive Higher Education in Egypt and Beyond through the Convention on the Rights of Persons cogitatiopress socialinclusion article view 1709
- The Emancipatory Approach in Hospitality Research on Employees With Disabilities: An Auto-Ethnographic... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1938965520968065The Emancipatory Approach in Hospitality Research on Employees With Disabilities An Auto Ethnographic journals sagepub doi 10 1177 1938965520968065
| File size | 1.1 MB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUHUNISMUH Penelitian ini menganalisis kontribusi adopsi SIPADU terhadap pelayanan publik yang efektif dan efisien. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,Penelitian ini menganalisis kontribusi adopsi SIPADU terhadap pelayanan publik yang efektif dan efisien. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,
PPSDPPPSDP Selain itu, menyelidiki alat evaluasi spesifik untuk mengukur pengembangan keterampilan lunak, seperti komunikasi dan tanggung jawab, yang dibina melaluiSelain itu, menyelidiki alat evaluasi spesifik untuk mengukur pengembangan keterampilan lunak, seperti komunikasi dan tanggung jawab, yang dibina melalui
UNUSIDAUNUSIDA Pada penelitian ini secara khusus mengkaji tentang penerapan signage di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, yakni operasionalPada penelitian ini secara khusus mengkaji tentang penerapan signage di terminal keberangkatan Bandar Udara Fatmawati Soekarno Bengkulu, yakni operasional
UINSUNAUINSUNA Temuan menunjukkan bahwa permasalahan inefektivitas fungsional DPRD bukan bersumber dari kapabilitas individual anggotanya, melainkan pada defisiensi fundamentalTemuan menunjukkan bahwa permasalahan inefektivitas fungsional DPRD bukan bersumber dari kapabilitas individual anggotanya, melainkan pada defisiensi fundamental
UNUSIDAUNUSIDA Berkembangnya cosplay sebagai pop culture di Indonesia memberikan peluang bagi remaja untuk memulai hobi ini. Namun, banyak remaja pemula yang tidak memilikiBerkembangnya cosplay sebagai pop culture di Indonesia memberikan peluang bagi remaja untuk memulai hobi ini. Namun, banyak remaja pemula yang tidak memiliki
UNUSIDAUNUSIDA Proses dan Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan sebagai acuan dalam mencari solusi dari permasalahanProses dan Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendapatkan kesimpulan sebagai acuan dalam mencari solusi dari permasalahan
UNUSIDAUNUSIDA Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa lambang keraton Yogyakarta mencakup nilai-nilai filosofi dan konsep budaya khas Jawa dalam interpretasi visualnya.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa lambang keraton Yogyakarta mencakup nilai-nilai filosofi dan konsep budaya khas Jawa dalam interpretasi visualnya.
UGMUGM Berbeda dengan studi sebelumnya yang melihat bahwa peran militer dalam program pangan disebabkan oleh faktor doktrin dan kelembagaan militer, hasil kajianBerbeda dengan studi sebelumnya yang melihat bahwa peran militer dalam program pangan disebabkan oleh faktor doktrin dan kelembagaan militer, hasil kajian
Useful /
UINSUNAUINSUNA Internalisasi nilai-nilai sosial dalam PAI merupakan strategi krusial dalam membentuk karakter humanis yang adaptif terhadap dinamika Era Society 5. TemuanInternalisasi nilai-nilai sosial dalam PAI merupakan strategi krusial dalam membentuk karakter humanis yang adaptif terhadap dinamika Era Society 5. Temuan
UNUSIDAUNUSIDA Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur dan adaptif untuk memperkuat tahap reflective dan memfasilitasi eksplorasi maknaOleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih terstruktur dan adaptif untuk memperkuat tahap reflective dan memfasilitasi eksplorasi makna
UNUSIDAUNUSIDA Hasil penelitian berupa logo, identitas visual, dan media pendukung komunitas Tanda Mata Kreatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tanda Mata Kreatif,Hasil penelitian berupa logo, identitas visual, dan media pendukung komunitas Tanda Mata Kreatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tanda Mata Kreatif,
UNUSIDAUNUSIDA Satuan Polisi Pamong Praja () bertugas menegakkan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, dan melindungi masyarakat. Petugas sering menghadapi risikoSatuan Polisi Pamong Praja () bertugas menegakkan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, dan melindungi masyarakat. Petugas sering menghadapi risiko