UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA

Jurnal HonaiJurnal Honai

Pola pendekatan penyelesaian terhadap konflik sosial di Papua Pegunungan memerlukan pemahaman yang dalam tentang konteks budaya, politik, dan sejarah wilayah tersebut. Beberapa pola pendekatan yang mungkin digunakan dalam penyelesaian konflik di Papua khususnya Papua Pegunungan yang masih melibatkan berbagai hal seperti mengadakan dialog terbuka antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan pemimpin lokal (adat) dan budaya, hal tersebut dapat mengurangi ketegangan sosial karena menurut masyarakat adat mengakui dan menghormati keberagaman budaya dan identitas etnis di Papua menjadi suatu penghormatan besar. Fokus pada penelitian ini ingin mengetehui pola-pola penyelesaian konflik yang terjadi pada masyarakat adat terkhusus mayarakat wilayah adat Papua Pegunungan. Pendekatan yang holistik dengan kajian buku-buku, jurnal, kejadian-kejadian yang terekspose di media sosial, penelitian terdahulu dan berkelanjutan yang akan dijadikan data pada penyelesaian masalah ini. Pola-pola yang ditemukan menggabungkan berbagai elemen ini memungkinan akan lebih efektif dalam menangani konflik sosial di Papua Pegunungan dan mempromosikan perdamaian dan pembangunan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

Penyelesaian konflik wilayah adat di Papua memerlukan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, dialog antar pemerintah, kelompok masyarakat adat, musyawarah pemimpin lokal, budaya lokal dan tradisi/kebiasaan.Pendekatan untuk menyelesaikan konflik di Papua Pegunungan memerlukan pengakuan dan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai faktor yang menyebabkan konflik, serta upaya-upaya yang dilakukan dalam penyelesaiannya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara berbagai pola penyelesaian konflik yang digunakan oleh masyarakat adat Papua Pegunungan dengan masyarakat adat di wilayah lain di Indonesia atau bahkan di luar negeri. Hal ini dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang efektivitas dan keberhasilan berbagai pendekatan dalam menangani konflik sosial. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada analisis mendalam tentang faktor-faktor yang menyebabkan konflik di Papua Pegunungan, termasuk aspek-aspek politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan memahami akar penyebab konflik, dapat dikembangkan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih efektif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran teknologi dan media sosial dalam penyelesaian konflik di Papua Pegunungan. Dengan semakin luasnya penggunaan media sosial di kalangan masyarakat adat, penting untuk memahami bagaimana platform ini dapat digunakan sebagai alat untuk mediasi, dialog, dan penyebaran informasi terkait konflik.

  1. POLA PENYELESAIAN KONFLIK: STUDI KASUS PEMETAAN WILAYAH ADAT PAPUA PEGUNUNGAN | Jurnal Honai. pola penyelesaian... journal.unaim-wamena.ac.id/index.php/honai/article/view/100POLA PENYELESAIAN KONFLIK STUDI KASUS PEMETAAN WILAYAH ADAT PAPUA PEGUNUNGAN Jurnal Honai pola penyelesaian journal unaim wamena ac index php honai article view 100
Read online
File size1.05 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test