E SIBERE SIBER
Siber International Journal of Sport EducationSiber International Journal of Sport EducationPenelitian ini memeriksa fenomena kolonialisme regulatori dalam tata kelola olahraga global dan implikasi hukumnya bagi atlet dari negara berkembang. Melalui analisis sosio-hukum dan kerangka teoretis postkolonial, studi ini mengkaji pembentukan organisasi olahraga internasional, nilai-nilai euro‑sentrik yang tertanam dalam standar kompetisi, serta ketidaksetaraan struktural yang dipertahankan melalui sistem regulasi saat ini. Hasil penelitian menunjukkan ketimpangan signifikan dalam kebijakan kualifikasi, peraturan anti-doping, persyaratan infrastruktur, dan aturan transfer atlet yang merugikan negara berkembang. Atlet dari wilayah ini juga menghadapi hambatan prosedural dan finansial yang substansial untuk mengakses keadilan dalam sengketa olahraga internasional. Studi ini mengidentifikasi manifestasi kolonialisme regulatori di kompetisi modern, termasuk distribusi sumber daya tidak adil, perjanjian komersial eksploitatif, dan representasi yang tidak memadai dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan dengan mengusulkan reformasi hukum yang berpusat pada representasi yang adil, redistribusi sumber daya, pengakuan keberagaman budaya, dan mekanisme akses keadilan yang diperkuat untuk mendekolonisasi tata kelola olahraga global dan memajukan kesetaraan struktural.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kolonialisme regulatori di kompetisi olahraga global menimbulkan ketimpangan struktural, standar euro‑sentrik, dan ketidakadilan sistemik yang secara sistematis merugikan atlet negara berkembang.Kebijakan netral tampak dapat menegaskan kembali hierarki kolonial karena ketidakseimbangan sumber daya dan keunggulan historis tidak ditangani.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan kesetaraan substansial yang mengakui dan menanggapi ketidaksetaraan struktural, serta reformasi regulasi berfokus pada distribusi sumber daya, partisipasi lintas benua, dan akses keadilan yang terdesentralisasi.
Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada bagaimana mekanisme penyelarasan kebijakan kualifikasi multikultural dapat diimplementasikan melalui model pembagian kuota berbasis kebutuhan, serta menilai efektivitas alokasi dana progresif yang menyesuaikan tingkat dukungan dengan kapasitas regulasi regulasi atlet di negara berkembang. Selain itu, studi empiris mengenai dampak peraturan anti-doping berbasis teknologi pada atlet kurang beruntung dapat mengungkap celah dalam penegakan kebijakan, dan evaluasi komprehensif mengenai kekuatan dan kelemahan penyelesaian sengketa terdesentralisasi dapat membantu merancang sistem arbitrase yang lebih adil bagi penyandang kebutuhan finansial terbatas.
| File size | 232.55 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Untuk mengatasi tantangan ini, sangat diperlukan reformasi regulasi melalui revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 guna memperjelas parameter pembatalanUntuk mengatasi tantangan ini, sangat diperlukan reformasi regulasi melalui revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 guna memperjelas parameter pembatalan
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH 40 Tahun 2007 tentang PT. Keuangan Negara pada BUMN terwujud bila seluruh atau mayoritas modalnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, sehingga40 Tahun 2007 tentang PT. Keuangan Negara pada BUMN terwujud bila seluruh atau mayoritas modalnya berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, sehingga
UMMUUMMU Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberhentian kepala daerah di era demokrasi langsung mencerminkan ketegangan antara legitimasi politik hasil pilihanPenelitian ini menunjukkan bahwa pemberhentian kepala daerah di era demokrasi langsung mencerminkan ketegangan antara legitimasi politik hasil pilihan
MKRIMKRI Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan reformasi regulasi yang mencakup penguatan kaderisasi, pembatasan batas atas koalisi partai, dan fasilitasi pencalonanUntuk mencegah hal tersebut, diperlukan reformasi regulasi yang mencakup penguatan kaderisasi, pembatasan batas atas koalisi partai, dan fasilitasi pencalonan
MKRIMKRI Presiden wajib menjaga netralitasnya selama proses pemilihan untuk menjamin demokrasi substantif yang berintegritas. Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1)Presiden wajib menjaga netralitasnya selama proses pemilihan untuk menjamin demokrasi substantif yang berintegritas. Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1)
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Perbedaan ini dapat disatukan melalui pendekatan maqāṣid al-nikāḥ yang menekankan perlindungan hak-hak wanita, keadilan, dan kesejahteraan keluarga.Perbedaan ini dapat disatukan melalui pendekatan maqāṣid al-nikāḥ yang menekankan perlindungan hak-hak wanita, keadilan, dan kesejahteraan keluarga.
IJBLEIJBLE akibatnya penjamin diperlakukan setara dengan debitur melalui permohonan bersama tanpa dasar hukum independen, yang dianggap tidak adil mengingat sifatakibatnya penjamin diperlakukan setara dengan debitur melalui permohonan bersama tanpa dasar hukum independen, yang dianggap tidak adil mengingat sifat
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Organisasi keagamaan Muhammadiyah turut menyatakan sikap keberatannya terhadap Omnibus Law Cipta Kerja. Artikel ini adalah kajian kualitatif yang menggunakanOrganisasi keagamaan Muhammadiyah turut menyatakan sikap keberatannya terhadap Omnibus Law Cipta Kerja. Artikel ini adalah kajian kualitatif yang menggunakan
Useful /
E SIBERE SIBER From the perspective theoretical , research This contribute to the development draft law adaptive in context disability , which emphasizes flexibilityFrom the perspective theoretical , research This contribute to the development draft law adaptive in context disability , which emphasizes flexibility
UNIKAMAUNIKAMA Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian
E SIBERE SIBER Based on the articles questions, the following conclusions can be drawn from this study. 1) Price plays a role in increasing Competitiveness, 2) PromotionBased on the articles questions, the following conclusions can be drawn from this study. 1) Price plays a role in increasing Competitiveness, 2) Promotion
ITSNULAMPUNGITSNULAMPUNG Kendala masih muncul, termasuk keterbatasan waktu pembuatan konten dan kesulitan memahami fitur analitik, sehingga disarankan menyediakan panduan mandiri,Kendala masih muncul, termasuk keterbatasan waktu pembuatan konten dan kesulitan memahami fitur analitik, sehingga disarankan menyediakan panduan mandiri,