IBNTEGALIBNTEGAL

Ta'allumuna: Jurnal Pendidikan Agama IslamTa'allumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Pendidikan merupakan suatu proses perubahan manusia baik terkait pada aspek sikap, keterampilan maupun pengetahuan. Salah satu aspek yang mendorong terjadinya perubahan dalam pengelolaan pendidikan adalah pengembangan kurikulum. Sebagai wujud implementasi dari kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek Hadits Arbain sengaja dipilih karena relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di pendidikan madrasah. Kebijakan tersebut diresmikan pada tanggal 27 Juli 2022. Penelitian ini menggunakan jenis lapangan dan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menghasilkan data deskriptif tentang respon guru MTs terhadap kebijakan Kemenag Kabupaten Tegal tentang hafalan kitab Arbain Nawawi. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Jatibogor Suradadi. Berdasarkan hasil yang diperoleh tentang respon guru terhadap kebijakan hafalan kitab Arbain Nawawi di MTs Jatibogor suraradi adalah semua guru merespon dengan sangat baik, dikarenakan di dalam kitab tersebut memuat beberapa nilai-nilai keagamaan yang bisa diaplikasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari‑hari. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa proses menghafal yang masuk muatan lokal hadits Arbain Nawawi di MTs Jatibogor Suradadi sudah berjalan dengan baik.

Proses menghafal kitab Arbain Nawawi di MTs Jatibogor Suradadi sudah berjalan dengan baik.Hal ini didukung oleh perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang terstruktur, termasuk penggunaan metode relevan, pemanfaatan media pembelajaran, keterlibatan peserta didik, dan penggunaan waktu yang efisien.

Pertama, studi lanjutan dapat meneliti pengaruh pembelajaran kuantitatif tentang pemahaman makna hadits Arbain Nawawi terhadap peningkatan kompetensi spiritual siswa; pertanyaan penelitian: “Bagaimana pengaruh mini‑kursus pemahaman hadits Arbain Nawawi terhadap nilai moral siswa? Kedua, penelitian dapat mengevaluasi efektifitas metode interaktif berbasis digital (misalnya aplikasi flashcard) untuk meningkatkan retensi hafalan hadits, dengan pertanyaan: “Apakah penggunaan aplikasi berbasis gamifikasi meningkatkan jumlah hadits yang dapat dikuasai siswa? Ketiga, kajian dapat memeriksa dampak jangka panjang penerapan kebijakan hafalan Hadits Arbain Nawawi terhadap kualitas karakter guru, dengan pertanyaan: “Bagaimana perubahan persepsi guru terhadap nilai kebijakan hafalan Hadits Arbain Nawawi seiring berjalannya waktu?.

  1. CORE-PL Model and Student Independence: A Quantitative Study on Fiqh Learning Outcomes and Motivation... doi.org/10.31538/tijie.v6i1.1406CORE PL Model and Student Independence A Quantitative Study on Fiqh Learning Outcomes and Motivation doi 10 31538 tijie v6i1 1406
Read online
File size411.88 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test