E JOURNALLPPMUNSAE JOURNALLPPMUNSA
Jurnal Kesehatan SamawaJurnal Kesehatan SamawaPendahuluan: Osteoarthritis, dikenal juga sebagai penyakit degeneratif sendi adalah kondisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang terjadi karena gesekan tulang tulang penyusun sendi. Osteoarthritis biasa terjadi pada lansia karena penyakit ini dianggap sebagai suatu proses penuaan normal, sebab insidensi bertambah dengan meningkatnya usia. Jalan kaki teratur dapat menjadi non farmakologis karena memiliki potensi untuk mengurangi nyeri. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui “Efektifitas jalan kaki teratur untuk mengurangi skala nyeri Osteoarthritis pada lansia di pusat (PPSLU) Mandalika. Metode: Studi kasus asuhan Keperawatan penerapan untuk mengurangi skala nyeri Osteoarthritis pada dilakukan implementasi jalan kaki teratur selama 5 hari berturut turut selama 1 minggu didapatkan hasil terdapat penurunan skala nyeri pada Ny R. Kesimpulan: Penerapan jalan kaki teratur dapat menurunkan skala nyeri Osteoarthritis pada lansia di pusat pelayanan sosial (PPSLU) Mandalika.
Berdasarkan hasil kajian dan analisis terhadap efektivitas jalan kaki teratur, dapat disimpulkan bahwa jalan kaki merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif dalam menurunkan nyeri osteoarthritis pada lansia.Aktivitas ini bekerja melalui berbagai mekanisme seperti peningkatan pelumasan sendi, penguatan otot penyangga, serta pengurangan peradangan.Selain itu, jalan kaki juga memberikan manfaat psikologis dengan meningkatkan suasana hati dan menurunkan persepsi nyeri melalui pelepasan endorfin.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas jalan kaki teratur dengan intervensi non-farmakologis lainnya, seperti terapi fisik atau yoga, untuk menentukan pendekatan yang paling optimal dalam mengurangi nyeri osteoarthritis pada lansia. Selain itu, studi dengan desain penelitian yang lebih kuat, seperti randomized controlled trials, diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas jalan kaki teratur dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi respons terhadap intervensi ini. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi lansia mengenai manfaat dan tantangan dalam melakukan jalan kaki teratur, sehingga dapat dikembangkan program intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
| File size | 258.02 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Puskesmas perlu memperkuat edukasi gizi, pola asuh, dan pendampingan melalui posyandu.orang tua diharapkan menerapkan praktik gizi dan kebersihan yangPuskesmas perlu memperkuat edukasi gizi, pola asuh, dan pendampingan melalui posyandu.orang tua diharapkan menerapkan praktik gizi dan kebersihan yang
JURNALBIKESJURNALBIKES Pijat tuina terbukti memiliki pengaruh positif terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Teknik ini dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang amanPijat tuina terbukti memiliki pengaruh positif terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Teknik ini dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang aman
JURNALBIKESJURNALBIKES Perbedaan rata-rata asupan kalsium responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 52,95 mg yang berarti terdapat perubahan asupan kalsiumPerbedaan rata-rata asupan kalsium responden sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi sebesar 52,95 mg yang berarti terdapat perubahan asupan kalsium
JURNALBIKESJURNALBIKES Hal ini dibuktikan dengan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah intervensi, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilaiHal ini dibuktikan dengan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah intervensi, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai
JURNALBIKESJURNALBIKES Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pre-eksperimental research. Desain penelitian yang digunakan adalah one groupJenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pre-eksperimental research. Desain penelitian yang digunakan adalah one group
JURNALBIKESJURNALBIKES Keluhan ini merupakan hal yang normal, namun apabila tidak segera diberikan pengobatan akan menjadi keluhan yang berbahaya. Tujuan penelitian ini yaituKeluhan ini merupakan hal yang normal, namun apabila tidak segera diberikan pengobatan akan menjadi keluhan yang berbahaya. Tujuan penelitian ini yaitu
JURNALBIKESJURNALBIKES Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa intervensi pijat bayi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kuantitas tidur pada bayiBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa intervensi pijat bayi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kuantitas tidur pada bayi
JURNALBIKESJURNALBIKES Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menganyam terhadap motorik halus pada anak PAUD di KB Darul Falah, Desa Karangbendo, Lumajang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan menganyam terhadap motorik halus pada anak PAUD di KB Darul Falah, Desa Karangbendo, Lumajang.
Useful /
UNIDHAUNIDHA Akurasi keseluruhan pengelompokan mencapai 70,83% (17/24 sampel benar). Kedua, implementasi AHC pada dataset e-commerce (n=10, 5 fitur) menghasilkan 3Akurasi keseluruhan pengelompokan mencapai 70,83% (17/24 sampel benar). Kedua, implementasi AHC pada dataset e-commerce (n=10, 5 fitur) menghasilkan 3
UNIDHAUNIDHA Analisis feature importance mengidentifikasi area_worst, concave points_worst, dan perimeter_worst sebagai fitur paling dominan, konsisten dengan karakteristikAnalisis feature importance mengidentifikasi area_worst, concave points_worst, dan perimeter_worst sebagai fitur paling dominan, konsisten dengan karakteristik
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Tingginya angka stres dan rendahnya asupan makro tidak secara langsung merefleksikan status gizi responden dalam penelitian ini, yang kemungkinan dipengaruhiTingginya angka stres dan rendahnya asupan makro tidak secara langsung merefleksikan status gizi responden dalam penelitian ini, yang kemungkinan dipengaruhi
UNAIUNAI The population in this study consisted of 132 female students and the number of junior high/high schools was 58, and the Special Dormitory was only 18The population in this study consisted of 132 female students and the number of junior high/high schools was 58, and the Special Dormitory was only 18